BATAMCLICK.COM: Jika di kebanyakan sekolah, para murid yang mengikuti pelatihan jurnalistik dan tulis-menulis, berbeda di SMK Negeri 5 Batam, di sini para guru dan asessor yang antusias menyimak pelatihan tersebut.
Ada 40 guru dari berbagai disiplin ilmu dan almamater, Sabtu (12/11/2022) kemarin, berjibaku, berusaha merangkai kata, untuk memulai berita.
Pelatihan tersebut menghadirkan Dedy Suwadha, S.Pd, CEO Wartakepri.co.id dan Novianto Direktur Batamclick.com sebagai pembicara.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala SMKN 5 Batam, Agus Sahrir, M.Pd. Dalam sambutannta, Agus menekankan, kegiatan ini sebagai bentuk peningkatan kemampuan seorang guru bagaimana menulis berita yang baik dan enak dibaca.
”Saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensi guru dalam menulis berita tentang kegiatan di sekolah. Sehingga masyarakat mendapatkan informasi tentang kegiatan murid-murid kita di sekolah, dan juga bagaimana perkembangan sekolah dari waktu ke waktu,” kata Agus Sahrir, di Aula Pertemuan SMKN 5 Batam.

Dedy Suwadha, S.Pd memulai materi dengan menjelaskan dasar-dasar dalam menulis, yakni 5W+ 1H. Ia juga memaparkan secara rinci, bagaimana penerapan rumus tersebut ke dalam tulisan dan tips untuk membuat tulisan lebih menarik dan layak diterbitkan.
Menurut Dedy, poin penting dalam unsur 5W +1 H menulis unsur Who atau siapa. Ketika unsur Who ada, maka tulisan akan lebih menarik untuk dibaca.
“Unsur Who sangat penting, baru disusul untuk W lainnya. Who penting karena menandakan informasi atau tulisan yang diterbitkan dapat dipertanggung jawabkan kepada pembaca,” ungkap Dedy yang juga Wakil Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kepri ini.
Setelah pemaparan materi, peserta ditugaskan membuat tulisan tentang biografi peserta lainnya dalam bentuk wawancara.
Hasil tulisan peserta kegiatan, direvisi langsung oleh pemateri agar menjadi tulisan yang layak dan menarik dibaca oleh masyarakat luas.
Salah satu peserta, Tien Nur Khasanah Priyanti, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang penulisan yang baik dan benar, agar lebih menarik dan layak dibaca.
”Ini menambah wawasan baru kita, terutama bagaimana membuat tulisan menjadi lebih menarik,” tutup Tien Nur yang merupakan guru senior mata pelajaran Bahasa Indonesia SMKN 5 Batam .
Sedangkan pada pemateri kedua yang dipaparkan oleh Novianto, para guru diberi trik mudah dalam memulai menulis berita.

“Jangan berfikir yang rulit-rumit untuk memulai menulis, bagi pemula, penulisan paragraf pertama atau lead bisa dimulai dengan mendahulukan waktu kejadian atau nama tokoh utama yang terlibat dalam kegiatan yang akan diberitakan atau bisa juga tempat kegiatan,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa lead merupakan hal yang harus diperhatikan dalam membuat tulisan, agar menarik minat pembaca.
Novianto juga membahas materi Pedoman Penulisan Ramah Anak (PPRA) buah darinkesepakatan Dewan Pers dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
“Ini sangat penting, terlebih ibu dan bapak guru setiap hari berhadapan dengan para siswa yang usianya semua masih di bawah 18 tahun, mereka semua masih dikategorikan anak-anak,” jelasnya.
Sebagai penutup materinya, Anggota Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepri ini menguraikan tentang payung hukum pers yang berisi tentang kode etik, aturan tentang informasi yang diatur dalam undang-undang dan dewan pers.
Sebelum menutup kegiatan, Ratih Fordiana, M.Pd yang merupakan ketua panitia kegiatan, berharap kegiatan ini bisa diaplikasikan oleh semua guru di SMKN 5 Batam.
”Tentu setelah pelatihan, kita sebagai guru mengaplikasikannya dalam bentuk tulisan dari masing masing jurusan di sekolah. Kita wajib meningkatkan karya tulis, baik di media lokal sekolah, maupun dalam bentuk karya ilmiah nantinya,” pungkas Ratih. (bos/smkn5batam)








