Gubernur dan Wagub Bersiteru, ASN ini Kirim Surat (BEGINI ISINYA)

BATAMCLICK.COM: Khawatir roda pemerintahan di Pemprov Kepri tak berjalan sesuai keinginan dan harapan masyarakat Kepri, serta keharmonisan di kalangan ASN di Pemprov Kepri yang mulai terkotak-kota dan terblok-blok serta berkubu-kubu, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam bertugas, ASN di kalangan Pemprov Kepri ini menulis surat untuk Gubernur Kepri H Ansar Ahmad.

ASN yang sudah senior dan menempati jabatan strategis ini sengaja meminta namanya untuk dirahasiakan, karena alasan suasana di dalam (Pemprov Kepri) memang sudah sangat tidak nyaman dan jauh dari kata harmonis.

Berikut surat yang ia tulis dan tujukan ke redaksi media ini, sebagai luapan hatinya, dengan harapan, kedepan Pemprov Kepri lebih baik lagi, dan pemimpinnya tidak sibuk dengan masalah remeh-temeh cari muka, saling menyalahkan, melainkan kerja, berbuat demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Kepri.

Kepada Ayahanda Kami Gubernur Kepulauan Riau
H Ansar Ahmad

Assalamualaikum wr wb
Salam takzim


Doa dan harapan kami semoga ayahanda berada dlm keadaan sehat wal afiat dan senatiasa berada dalam lindungan Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa serta sukses selalu dalam menjalankan aktivitas sebagai Gubernur Kepulauan Riau saat ini.

Ayahanda,
Sesungguhnya kami terkejut melihat ayahanda meluapkan isi hati ayahanda di media bahkan hal tersebut menjadi viral. Luapan hati terkait kerja bersama pasangan ayahanda, bunda wakil gubernur, Marlin Agustina. Ini mengkuatirkan bagi kami. Sehingga kami bertanya tanya, apakah negeri kita ini akan seperti negeri lain dimana pimpinannnya bertikai secara terbuka? Kemanakah adat resam Melayu yang kita junjung tinggi?

BACA JUGA:   DPRD Kepri Sahkan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah menjadi Perda

Ingatkah ayahanda pesan pendahulu dalam untaian gurindam 12?

“Apabila terpelihara lidah,
niscaya dapat daripadanya paedah”

“Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir”

“Barang siapa yang sudah besar,  janganlah kelakuannya membuat kasar”

Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
“Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar”

“Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.

“Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar dan pada orang datangnya khabar”

“Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa”

 
Kejahatan diri sembunyikan,kebalikan diri diamkan. Keaiban orang jangan dibuka, keaiban diri hendaklah sangka”

Untaian ini ananda sampaikan sebagai pengingat kepada ayahanda. Bahwa negeri bertuah ini hendaklah ingat terperi atas kata kata bijak bestari dan para pendahulu negeri.

Ayahanda, negeri kita ini bersandarkan pada kearifan ayahanda untuk menggesa pembangunan. Ada banyak ketertinggalan yang haris dipenuhi sebagaimana janji janji ayahanda dahulu sebelum sebagian rakyat negeri ini memilih ayahanda dan bunda sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

BACA JUGA:   Ini Biang Kerok Medan Dijuluki 'Kota Preman'

Alangkah indahnya, jika ayahanda bertakziah ke kediaman bunda Marlin selepas kepulangan bunda Marlin dari perjalanan umroh ke tanah suci. Selain bisa mengalap barokah juga dapat bercengkerama sambil mencicipi air zam zam dan kurma. Duduklah bersama, bincangkan dengan hati setawar sedingin, sebagai sarana ibadah, memajukan negeri dan memenuhi janji kampanye terdahulu. Bukankah Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa amat senang jika kita bersatu padu dan menjadi orang yang terpercaya serta amanah?

Kami sedikit sebanyak juga pilu sekaligus malu, ini bukanlah tauladan yg baik bagi kami. Apakah tidak teringat bagi ayahanda, bahwa kami juga dapat meniru jejak ayahanda ini? Mendedah kesalahan sejawat ke khalayak ramai? Apakah itu yg kita harapkan? Tentulah tidak. Akan chaos lah negeri kalau pimpinannya bertikai dan bawahan saling memihak. Maukah ayahanda menyaksikan hal ini? Teragak kah ayahanda memikirkan bahwa ini akan menjadi legasi dari ayahanda?

Sungguh ayahanda, jika saluran komunikasi, rasa kekeluargaan, maupun adat resam Melayu tidak dapat lagi ditempuh untuk mendamaikan ayahanda dan bunda, maka panggillah pihak ketiga sebagai pendamai. Ayahanda bisa meminta bantuan ke Bapak Menteri Dalam Negeri untuk usul periksa kebenaran yang ayahanda sampaikan. Sehingga bisalah ditempuh penyelesaian secara administrasi pemerintahan yang bermartabat dan menjunjung tinggi hukum. Sehingga kedua belah pihak dapat melakukan refleksi diri.

BACA JUGA:   Nggak Mau Mabuk, Istri Pramugara Lion Air Curhat Sebab Suami Selingkuh

Janganlah ayahanda pertikaikan terbuka, bahkan ketika orangnya yang disebut sedang berada di tanah suci, menjalankan umroh. Kalau itu benar maka jatuhlah ghibah, kalau itu tidak benar maka jatuhlah fitnah. Sebab itu bersabarlah ayahanda, tunggulah setelah kepulangan dari umroh bunda tersebut barulah ajukan keberatan. Kalaupun akhirnya harus menjatuhkan Talak sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, berpisahlah secara baik- baik karena ketika bertemu dan bersepakat berpasangan dulu semua dilakukan dengan niat baik dan secara baik.

Berilah contoh sebagai tauladan bagi kami, para pegawai yang sedikit sebanyak terganggu atas ungkapan terbuka itu.

Sesungguhnya kekuasaan itu hanya sebentar ayahanda, ianya juga akan beralih. Ketika masa ayahanda maka berlaku lah adil dan bijak. Karena semua pasti akan dipertanggungjawabkan.

Demikianlah kami menyusun sepuluh jari menghaturkan sembah takzim kepada ayahanda sebagai bentuk kecintaan kami. Semoga ayahanda terketuk hati membaca ini dan berkenan menempuh cara cara negarawan dalam menyelesaikan persoalan kekuasaan ini.

Salam takzim kami

Aparatur Sipil Negara
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau