Dari Peluh ke Podium, Perjuangan Dua Putra Indonesia Harumkan Merah Putih di Jepang

BATAMCLICK.COM – JEPANG: Di bawah gemerlap lampu Tipstar Dome, dua pejuang muda dari Indonesia mengukir kisah penuh kebanggaan. Bernard Van Aert dan Muhammad Andy Royan berdiri di podium kehormatan, mengibarkan semangat Merah Putih di ajang JICF International Track Cup, Minggu (8/6/2025).

Tak mudah. Tak instan. Tapi dari deru sepeda dan detak jantung yang dipacu keras, Bernard finis di posisi kedua dalam nomor Men Elite Omnium, tepat di belakang pembalap tuan rumah, Kazushige Kuboki. Di belakangnya, Andy Royan menyusul, menyegel tempat ketiga. Dua podium yang tak hanya menyuarakan kecepatan, tetapi juga kerja keras tanpa henti.

“Kami datang bukan hanya untuk lomba. Kami datang membawa mimpi besar, membawa nama bangsa,” ujar Bernard usai pertandingan.

Bukan Sekadar Lomba, Ini Adalah Langkah Menuju Mimpi Besar

Di empat nomor berat—scratch, tempo, elimination, dan points race—Bernard dan Andy menunjukkan ketangguhan dan konsistensi. Mereka bukan sekadar bersaing, mereka menantang batas diri.

Sehari sebelumnya, keduanya bahkan menorehkan prestasi luar biasa di nomor Men Elite Madison, saat Bernard dan Andy meraih posisi pertama. Tim Indonesia kembali menguasai arena dengan pasangan Terry Yudha Kusuma dan Julian Abi Manyu di posisi kedua.

Namun, tak semua cerita berakhir dengan sorak-sorai. Terry dan Julian harus puas di posisi keenam dan ke-11 di nomor omnium. Tapi bagi mereka, setiap putaran tetaplah pelajaran. Karena dalam dunia balap sepeda, kemenangan adalah proses, bukan semata hasil.

Langkah Menuju Panggung Dunia

Bagi Bernard, keberhasilan di Jepang menjadi rangkaian prestasi konsisten. Sebelumnya, ia juga menyabet medali perunggu di Japan Track Cup I-II di Shizouka, hanya kalah dari pembalap Jepang yang sama, Kuboki. Kekalahan yang justru memicu semangat, bukan kekecewaan.

“Saya tahu siapa yang saya hadapi. Tapi saya juga tahu, siapa yang saya wakili: Indonesia,” katanya tenang.

Keikutsertaan tim Indonesia dalam dua ajang balap sepeda internasional di Jepang ini bukan sekadar menambah koleksi medali. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang: mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Tak hanya itu, mereka juga memburu poin untuk bisa ikut Kejuaraan Dunia (World Championship) di Chili, Oktober nanti. Sebab, dalam ajang itu tidak ada babak kualifikasi. Hanya mereka yang berperingkat cukup tinggi yang dapat ambil bagian.

Mengibarkan Merah Putih dengan Kecepatan dan Komitmen

Dalam balap sepeda, setiap putaran adalah tarian antara kekuatan dan strategi. Dan Indonesia telah membuktikan, bahwa di atas lintasan dunia, nama bangsa ini tak pernah kehilangan semangat.

Dengan peluh, semangat, dan kerja sama, Bernard, Andy, dan rekan-rekannya telah membuka jalan. Jalan panjang menuju panggung tertinggi, menuju mimpi besar bernama Olimpiade.

Sumber: Antara