Dapur BMG Karimun Raih Sertifikat Higiene

Sebanyak 17 dapur Dapur BMG Karimun telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Dinas Kesehatan
Sebanyak 17 dapur Dapur BMG Karimun telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Dinas Kesehatan

BATAMCLICK.COM: Program Dapur BMG Karimun terus menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan makanan sehat dan aman bagi anak-anak penerima manfaat. Hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, resmi memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan setempat.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (BMG). Melalui sertifikasi ini, setiap dapur SPPG telah layak secara higienis dan memenuhi standar kebersihan serta keamanan pangan.

Bukti Komitmen Jaga Kualitas Pangan

Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda, menjelaskan bahwa SLHS merupakan sertifikat resmi dari Dinas Kesehatan sebagai bukti bahwa suatu tempat pengolahan makanan—seperti restoran, katering, atau dapur umum—telah memenuhi standar sanitasi sesuai ketentuan pemerintah.

“Tujuan utama penerbitan SLHS adalah menjamin keamanan pangan dan melindungi masyarakat dari risiko penyakit melalui makanan,” kata Anas, Jumat (7/11).

Menurutnya, sertifikat ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional. Dengan SLHS, dapur BMG memiliki legitimasi yang memperkuat kepercayaan masyarakat dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyedia bahan pangan dan mitra logistik.

Sebagian Besar Dapur Sudah Bersertifikat

Anas menuturkan, total terdapat 22 dapur SPPG di Kabupaten Karimun. Dari jumlah tersebut, 20 dapur sudah beroperasi aktif, sedangkan dua lainnya baru menerima surat keputusan penempatan.

“Dari 22 dapur, 17 sudah mengantongi SLHS. Artinya, sebagian besar dapur BMG Karimun sudah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi oleh pemerintah,” ujarnya.

Meski masih ada beberapa dapur yang menunggu proses sertifikasi, Anas memastikan seluruh makanan tetap aman dan memenuhi standar gizi.

Pengawasan Rutin dan Pelatihan Relawan

Untuk menjaga kualitas, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama para kepala SPPG melakukan pengawasan ketat terhadap proses pengolahan makanan di setiap dapur. Pemeriksaan rutin mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi ke penerima manfaat.

“Para relawan di dapur juga sudah kami latih tentang cara penjamahan makanan yang baik dan benar, mulai dari proses masak hingga penyajian,” jelas Anas.

Pelatihan tersebut tak hanya menekankan kebersihan, tetapi juga memperkuat pemahaman relawan tentang pentingnya menjaga nilai gizi dalam setiap menu. Dengan begitu, makanan hanya aman, tetapi juga bergizi seimbang dan mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Menjamin Makanan Aman, Bergizi, dan Bermartabat

Program Dapur BMG Karimun menjadi bukti bahwa penyediaan makanan sehat bagi anak-anak bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi juga wujud kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

“Harapan kami sederhana: setiap anak penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis bisa menikmati makanan sehat, bergizi, dan diolah dari dapur yang benar-benar layak,” pungkas Anas.