Masalah Pendidikan, DPRD Kepri Minta Pemprov Lengkapi Sarana Penunjang

BATAMCLICK.COM: Permasalahan pendidikan di Kepri ini selalu jadi sorotan. Bukan soal PPDB saja, soal pemertaan saran-prasarana, kualitas pendidikan dan juga kualitas pendidik. Dan ini akan berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Lantas bagaimana Wakil Rakyat yang duduk di DPRD Kepri ini menyikapi permasalah pendidikan?

Dijelaskan anggota DPRD Kepri Sirajuddin Nur dari komisi 4, kesejahteraan rakyat tidak hanya pendekatan dengan pembangunan ekonomi. Tapi bersingggungan dengan budaya dan kesehatan. Terlebih pendidikan. Ini berkontribusi besar dengan kesehajteraan. “Survei negara maju, pendidikan jadi syarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi. Makin tinggi kualitas pendidikan, makin tinggi daya tawar tenaga kerja. Karena output pendidikan itu mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran,” paparnya.

Sementara ini, banyak hal yang menjadi permasalah di dunia pendidikan di Kepri. Mulai masalah PPDB dan masalah daya tampung, bahkan kualitas pendidikan yang tak merata.

BACA JUGA:   Kepala Disbudpar Buka Bazar MTQ Ke-31 Kecamatan Lubuk Baja Tahun 2022

“Nah problem kita di Kepri, pertama menyangkut kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan ini disebabkan satu, sarana dan prasrana belum merata. Disparitas pendidikan antara kabupaten/kota, desa/kota cukup tinggi,” jelas Sirajuddin.

Menurutnya, pendidikan di Batam paling maju di Kepri. Dijelaskannya, hal inibisa maklumi. Sarana dan prasarananya sudah cukup baik.

“Kualitas juga. Tapi bagaimana dengan daerah-daerah lain yang masih terbatas secara kuantitas sarana. Maka kuncinya untuk peningkatan pendidikan adalah pemerataan kuantitas dan kualitas pendidikan, termasuk guru atau tenaga pendidik. Ini yang selalu kita kejar di Komisi Empat. Pemerintah belum punya cetak biru tentang pemerataan pendidikan,” tuturnya menjelaskan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *