Dokter Minta Pemudik Isolasi Mandiri 14 Hari

BATAMCLICK.COM, Upaya menghentikan penularan Covid-19 harus dilakukan secara serentak. Itulah yang disampaikan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia memang cukup landai.

Karena itu, gerakan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga mengurangi mobilitas harus dilakukan seluruh komponen masyarakat. Pemerintah juga harus serius menjalankan tracing, testing, dan treatment (3T).

”3T ini penting. Kita contoh New Zealand, Australia, dan Vietnam,” kata dokter spesialis paru Erlina Burhan, Rabu (5/5).

Erlina menuturkan, mengurangi mobilitas penduduk bisa menjadi salah satu cara menghentikan penularan. Namun, jika mobilitas tidak bisa dihindari seperti saat ini, syarat perjalanan harus diperketat. ”Orang-orang yang kembali ke kampung halaman sebaiknya menjalani tes swab antigen,” ujarnya.

BACA JUGA:   Alasan West Ham Tak Permanenkan Lingard

Sebab, menurut dia, GeNose kurang akurat untuk mendeteksi Covid-19. Erlina menjelaskan bahwa hasil GeNose negatif belum tentu negatif dari Covid-19. Bahkan, orang yang sudah bergejala harus menjalani tes PCR. ”Kalau tidak ingin ada mutasi, hentikan penularan,” tegasnya.

Lalu, setelah pulang kampung, idealnya warga harus isolasi mandiri. Meski, mereka hanya bertemu dengan orang yang sudah dikenal. Lama isolasi dianjurkan 14 hari. ”Kan sama saja orang pulang kampung dengan yang dari luar negeri. Saat di perjalanan, bisa jadi terinfeksi,” ungkapnya.

Masa inkubasi Covid-19 seluruh negara sama. Bisa jadi, awalnya tidak ada gejala, tetapi bisa menularkan virus. ”PDPI sebenarnya sudah menganjurkan untuk tidak mudik,” tuturnya.

BACA JUGA:   Cucuran Keringatku Demi Kemakmuran Desaku

Ketua PDPI dr Agus Dwi Susanto SpP(K) menyatakan, organisasinya ikut dalam rapat dengan Satgas Penanganan Covid-19 nasional. Pihaknya mengusulkan persiapan fasilitas kesehatan menghadapi lonjakan kasus. ”Ketika terjadi lonjakan kasus, akan terjadi lonjakan permintaan ruang rawat, ICU, SDM, peralatan medis, dan obat-obatan,” terangnya.

Menurut dia, lonjakan kasus ini bisa terjadi sampai 100 persen. Karena itu, jika tidak ada persiapan sejak dini, semua bakal kewalahan. Pihaknya juga menyarankan pengetatan karantina kepada orang yang baru tiba dari luar negeri. Menurut PDPI, karantina seharusnya dilakukan selama 14 hari. Sebab, saat orang yang datang dari luar negeri tiba, bisa jadi virus masih berada di awal inkubasi sehingga tidak ada gejala.

BACA JUGA:   Semangat Tinggi Anggota Satgas TMMD Membuat Mesin Molen Terus Bergoyang

Agus mengungkapkan, organisasinya telah memberikan pelatihan terkait dengan penanganan kasus varian baru. Dokter paru di berbagai daerah diharapkan mengetahui cara mendeteksi dan tata laksana pengobatan pasien Covid-19 dengan varian baru.

”Dokter paru sudah siap jika ada penemuan kasus baru,” ujarnya. Permasalahannya adalah pemerintah seharusnya siap mendeteksi lebih awal.

Sumber: BATAMPOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *