Batamclick.com,
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan menyebut peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 menjadi momentum penguatan gizi nasional melalui peningkatan konsumsi susu masyarakat dan sinergi lintas sektor.
“Peringatan Hari Susu Nusantara bukan sekadar peringatan tahunan, tapi wujud sinergi lintas sektor dari pemerintah, industri, peternak, hingga masyarakat untuk memastikan kepenuhan gizi yang optimal bagi seluruh masyarakat,” kata Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti di Jakarta, Selasa.
Widiastuti menjelaskan Hari Susu Dunia yang diperingati setiap 1 Juni telah dirayakan di lebih dari 70 negara, sementara Indonesia memperingatinya melalui Hari Susu Nusantara 2026.
Menurut dia, susu menjadi salah satu menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil.
“Kami berharap dengan susu kita tidak hanya sekadar minum susu, tapi menjadi rutinitas yang harus kita kembangkan,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah tengah mendorong peningkatan produksi susu nasional melalui penguatan peternak, pengembangan populasi sapi perah, serta kolaborasi dengan industri dan koperasi untuk mendukung kebutuhan program MBG.
Widiastuti menyebut Kemenko Pangan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam penguatan agenda gizi nasional, termasuk bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, peternak, dan pelaku industri susu nasional untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan peningkatan konsumsi susu nasional.
Plt Deputi Promosi dan Edukasi Gizi BGN Gunalan mengatakan saat ini terdapat 29.670 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah beroperasi dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 63 juta orang.
Ia menyebut bahwa setiap SPPG telah diwajibkan menyediakan susu atau minuman bergizi minimal dua kali dalam sepekan sesuai surat edaran Kepala BGN nomor 10 tahun 2026.
Menurut dia, program MBG tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga membangun kebiasaan konsumsi pangan sehat sejak dini, termasuk minum susu.
“Nah sehingga prinsip ini sangat relevan dengan membangun budaya konsumsi susu,” ujar Gunalan.
Namun demikian, ia mengatakan kebutuhan susu untuk program MBG cukup besar sehingga pasokan susu di sejumlah daerah masih perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah terpencil dan daerah dengan keterbatasan distribusi.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Makmun mengatakan produksi susu dalam negeri saat ini baru memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional, sedangkan sisanya masih dipenuhi dari impor.
Menurut dia, peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah dalam negeri menjadi bagian penting untuk memperkuat produksi susu nasional.
Saat ini, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pakan, kesehatan hewan, serta penambahan populasi sapi perah guna mengurangi ketergantungan impor susu.
“Kalau di negara-negara lain (rata-rata) produksinya ada di atas 30 liter per hari, kita ingin produktivitas peternak kita yang saat ini masih di bawah 20 liter per hari itu meningkat menjadi di atas 20 liter per hari, mudah-mudahan bisa (mencapai) 25 liter per hari,” ucap Makmun.
Lebih lanjut, rangkaian peringatan Hari Susu Nusantara 2026 meliputi konferensi pers pada 2 Juni, School Milk Champion pada 4 Juni, kunjungan pabrik pada 6 Juni, serta festival di Gelora Bung Karno (GBK) pada 14 Juni 2026.
Sumber, Antara








