Pemkot: Sistem bioflok solusi lahan terbatas budidaya ikan di Batam

Batamclick.com,
Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan budidaya ikan dengan sistem bioflok menjadi solusi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seperti Batam.

Kepala Diskan Kota Batam Yudi Admajianto saat dihubungi di Batam, Sabtu, mengatakan sistem bioflok memungkinkan budidaya ikan dilakukan di lahan yang lebih sempit dibanding kolam konvensional.

“Ini menjadi solusi keterbatasan lahan yang ada di Batam. Kalau kolam biasa bisa membutuhkan ukuran 5 kali 10 meter, bioflok cukup 4 kali 5 meter. Ada juga kelompok yang melakukan budidaya di perumahan dan di halaman rumah,” ujarnya.

Menurut Yudi, satu kolam bioflok dapat menampung hingga 1.000 benih ikan sehingga dinilai lebih efisien dan cocok diterapkan di kawasan perkotaan maupun permukiman padat penduduk.

Pada tahun 2026, Diskan Kota Batam menyiapkan 96 kolam bioflok yang akan disalurkan kepada 24 kelompok penerima manfaat.

“Seluruh kelompok penerima akan kita beri pelatihan mulai dari pembibitan, pembuatan flok, sampai proses panen. Kami biasa mendatangkan ahli budidaya dari Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam atau akademisi,” katanya.

Ia menjelaskan kelompok penerima bantuan telah diverifikasi dan saat ini proses pembangunan kolam bioflok sedang berlangsung.

“Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan jadi sekitar bulan Juli akan selesai. Setelah itu nanti ada tes air, lalu penebaran benih ikan,” ujar dia.

Selain pembangunan kolam, bantuan yang diberikan juga mencakup benih ikan, pakan dan peralatan pendukung budidaya.

“Semua satu paket, mulai dari benih, peralatan, sampai pakan. Kita juga bantu pemasaran dengan menghubungkan ke pasar dan pengepul ikan,” ujarnya.

Yudi mengatakan program bioflok di Batam telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan terus mendapat respons positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah mendapat respons positif dan mendapat dukungan dari dewan dalam pokok pikiran jadi semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan,” katanya.

Ia mencatat pada tahun 2025 terdapat 137 kolam bantuan dan pada 2024 terdapat 79 kolam bantuan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi stimulus bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Nanti setelah berjalan harapannya mereka bisa mandiri untuk membeli pakan dan benih pada siklus selanjutnya,” kata Yudi.

Sumber, Antara