Reses DPRD Kepri Taba Iskandar di Seraya, Warga Curhat Soal Jalan, Air, hingga Lapangan Kerja

Reses DPRD Kepri Taba Iskandar di Kavling Seraya berlangsung hangat. Warga menyampaikan aspirasi soal infrastruktur, air bersih, listrik, hingga kebutuhan lapangan kerja.
Reses DPRD Kepri Taba Iskandar di Kavling Seraya berlangsung hangat. Warga menyampaikan aspirasi soal infrastruktur, air bersih, listrik, hingga kebutuhan lapangan kerja.

BATAMCLICK.COM: Reses DPRD Kepri Taba Iskandar di Seraya berlangsung hangat. Malam itu terasa berbeda. Warga berkumpul. Mereka tidak hanya datang untuk menyampaikan aspirasi. Mereka juga datang untuk bertemu sosok lama yang pernah tinggal di lingkungan mereka.

Kegiatan digelar di RW 014 Kavling Seraya, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam. Suasana akrab langsung terasa sejak awal.

Nostalgia yang Menghangatkan

Taba Iskandar tidak sekadar datang sebagai wakil rakyat. Ia datang sebagai “orang lama”.

Ia mengingat masa lalu. Ia pernah tinggal di Kampung Seraya. Tepatnya pada 1998.

Kenangan itu ia sampaikan di depan warga. Senyum pun muncul. Warga merasa dekat.

Darsuin, tokoh masyarakat setempat, menguatkan cerita itu. Ia menyebut Taba sudah lama dikenal warga.

Menurutnya, sejak dulu Taba aktif membantu masyarakat. Bahkan hingga sekarang.

Bantuan yang diberikan pun nyata. Mulai dari atap masjid. Jembatan. Hingga semenisasi jalan.

Aspirasi Mengalir dari Warga

Setelah suasana cair, warga mulai berbicara. Mereka menyampaikan berbagai persoalan.

Darsuin mengangkat isu penting. Ia menyoroti kebutuhan lapangan kerja. Terutama bagi pemuda.

Menurutnya, banyak anak muda masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Ketua RW 014, Wagimun, juga menyampaikan harapan. Ia menyebut wilayahnya dihuni sekitar 400 kepala keluarga.

Ia berharap ada perhatian pada infrastruktur. Terutama jalan masuk yang masih butuh perbaikan.

Dari Air Bersih hingga Listrik

Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar (tengah), berfoto bersama warga Kavling Seraya, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.
Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar (tengah), berfoto bersama warga Kavling Seraya, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Dialog berjalan terbuka. Warga menyampaikan berbagai keluhan.

Ada yang bicara soal pelayanan umum. Ada juga yang mengeluhkan air bersih.

Masalah listrik juga muncul. Begitu pula penerangan jalan.

Sahlan Siregar menyoroti minimnya lampu jalan. Ia khawatir kondisi itu memicu tindak kriminal.

Sementara Nofriadi mengangkat persoalan banjir. Ia menyebut drainase berubah akibat penimbunan lahan.

“Dulu lurus, sekarang jadi bengkok,” katanya.

Fasilitas Umum Jadi Sorotan

Beberapa warga lain juga menyampaikan kebutuhan berbeda.

Silawandra mengapresiasi bantuan yang sudah ada. Namun ia berharap pembangunan masjid bisa dilanjutkan. Terutama kubah yang belum terpasang.

Adameri mengusulkan fasilitas umum yang lebih layak.

Misrawati menyampaikan kondisi posyandu. Ia menyebut fasilitas masih terbatas.

“Kami sampai mandi keringat saat kegiatan,” ujarnya.

Majelis taklim juga menyampaikan kebutuhan alat kompang untuk kegiatan sosial.

Respons dan Solusi dari Taba

Taba mendengarkan semua aspirasi. Ia mencatat. Ia merespons satu per satu.

Ia meminta warga aktif menyampaikan usulan. Baik melalui reses maupun musrenbang.

Menurutnya, jalur itu penting agar program bisa masuk perencanaan.

Ia juga menjelaskan beberapa persoalan sudah ditindaklanjuti. Misalnya penerangan jalan di Perumahan Laguna Tahap 2.

Namun, untuk akses jalan ke SMP 26 Nongsa, masih ada kendala. Masalahnya ada pada sengketa lahan.

Ia menegaskan, penanganan jalan di Batam melibatkan banyak pihak. Ada pemerintah kota. Ada juga BP Batam.

Pendidikan Politik untuk Warga

Di tengah dialog, Taba juga menyelipkan pesan penting. Ia mengajak warga lebih sadar politik.

Ia meminta masyarakat memilih pemimpin dengan bijak. Tidak tergoda politik uang.

Menurutnya, kualitas pemimpin akan menentukan arah pembangunan.

Aspirasi Dibawa ke Paripurna

Taba memastikan semua aspirasi tidak berhenti di forum ini.

Ia akan membawa seluruh masukan ke rapat paripurna DPRD Kepri.

Selain itu, aspirasi juga akan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Dengan begitu, setiap usulan bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Ia juga membuka ruang bagi warga untuk mengajukan proposal. Terutama untuk pembangunan fasilitas seperti masjid dan fasilitas umum.

Reses yang Penuh Makna

Malam itu ditutup dengan suasana hangat. Warga dan Taba berbincang santai.

Reses tidak lagi terasa formal. Lebih seperti pertemuan keluarga.

Namun di balik suasana itu, banyak harapan tersampaikan.

Dan dari Kavling Seraya, suara warga mulai menemukan jalannya menuju meja kebijakan.***