BI Kepri: Inflasi Maret 2026 terkendali, lebih rendah dari nasional

Batamclick.com,
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw) menilai inflasi daerah terjaga di rentang sasaran 2,5±1 persen dan berada di bawah angka nasional pada Maret 2026.

Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan Kepri tercatat sebesar 0,08 persen (month to month/mtm) di bulan Maret.

“Inflasi Kepri masih terjaga dan berada di bawah nasional, didukung sinergi pengendalian inflasi yang terus diperkuat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Sabtu.

Secara tahunan, inflasi Kepri berada di angka 3,23 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,54 persen (yoy) serta di bawah inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

“Capaian ini juga menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan inflasi tahunan terendah kelima di wilayah Sumatera,” katanya.

Dari sisi kelompok pengeluaran, inflasi Maret terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan 0,48 persen (mtm).

“Kenaikan ini dipicu meningkatnya harga komoditas seperti udang basah, bayam, dan daging ayam ras seiring tingginya permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri,” kata Rony.

Namun, tekanan inflasi tertahan oleh deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa sebesar 1,12 persen (mtm), terutama akibat penurunan harga emas perhiasan.

Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami deflasi 0,38 persen (mtm) seiring turunnya tarif angkutan udara dan laut karena kebijakan diskon transportasi selama periode Lebaran.

BI Kepri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat koordinasi melalui berbagai langkah, seperti pelaksanaan operasi pasar, pasar murah, hingga edukasi kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi inflasi.

Memasuki April 2026, BI turut mengingatkan sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, antara lain potensi dampak El Nino, normalisasi tarif transportasi, serta kenaikan harga energi global.

Ke depan, BI Kepri memastikan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga inflasi tetap dalam rentang sasaran 2,5±1 persen melalui penguatan pasokan pangan dan stabilisasi harga di daerah.

Sumber, Antara