Kapolda Kepri: Kamtibmas di perbatasan perlu dukungan masyarakat

Batamclick.com,
Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) Asep Safrudin menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perbatasan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami tidak mungkin dapat menjaga kamtibmas tanpa dukungan masyarakat. Karena itu kami terus menjalin komunikasi dan silaturahmi untuk menjaga stabilitas di daerah perbatasan seperti Kepri,” katanya di Batam, Kamis.

Ia menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan buka puasa bersama jajaran Polda Kepulauan Riau dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan himpunan mahasiswa di Batam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan ormas dan perwakilan mahasiswa, di antaranya Laskar Laut Melayu Bersatu (LLMB), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kepri, dan Himpunan Mahasiswa Islam Kepri.

Kapolda menyampaikan apresiasi atas peran aktif mahasiswa dan ormas dalam menjaga situasi tetap kondusif.

“Saya berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa Kepri, khususnya Batam. Kondisi di sini aman dan tidak terjadi hal-hal yang menonjol sampai menarik perhatian publik,” ujar Asep.

Ia menyinggung kejadian kerusuhan yang sempat terjadi secara nasional pada akhir Agustus 2025 lalu di Jakarta dan sejumlah daerah lain yang menyebabkan kerusakan fasilitas publik hingga korban jiwa.

Namun, menurutnya, situasi di Batam tetap terkendali.

“Beberapa bulan lalu di daerah lain ada kericuhan hingga kebakaran dan korban jiwa. Alhamdulillah di Batam aman, dapat kami amankan dengan baik,” katanya.

Asep menilai kondisi tersebut tercipta karena komunikasi yang terjalin baik antara aparat, mahasiswa, dan pemangku kepentingan.

Ia menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak yang dijamin undang-undang, selama disampaikan dengan tertib.

“Unjuk rasa itu diatur undang-undang dan dibolehkan. Jadi pada aaat itu, kami tanya, apa yang ingin disampaikan mahasiswa? Kita fasilitasi bertemu dengan BP Batam, wali kota, atau DPRD untuk audiensi. Dampaknya positif, tidak ada kekerasan maupun korban jiwa,” kata dia.

Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi faktor penting bagi iklim investasi di Batam dan Kepri.

Ia mengaku kerap menerima kunjungan calon investor dari kawasan Asia yang menanyakan kondisi keamanan daerah.

“Batam ini sangat dicari karena keamanannya dan menjadi tempat investasi. Kalau tidak aman, mereka akan berpikir dua kali. Mereka bisa saja memilih ke Jawa walaupun lebih jauh,” ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan agar setiap aksi penyampaian pendapat dilakukan secara damai dan tidak berujung ricuh.

Menurutnya, gangguan keamanan dapat berdampak pada penurunan investasi dan pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri.

 
Sumber, Antara