BATAMCLICK COM: Telkom Indonesia Hadirkan Konektivitas di Hunian Danantara Aceh Tamiang, Negara Percepat Pemulihan Pascabanjir
Aceh Tamiang — Telkom Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai BUMN strategis dalam mendukung pemulihan pascabencana. Pada awal tahun 2026, Presiden Republik Indonesia bersama Manajemen Danantara dan pimpinan BUMN meninjau langsung Hunian Danantara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini hadir bersama jajaran TelkomGroup untuk memastikan konektivitas digital tersedia sejak awal pemulihan.
Negara Hadir, BUMN Bergerak Bersama
Momentum peninjauan Huntara menegaskan kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah melalui Danantara menggagas Huntara sebagai proyek strategis Sinergi BUMN, sementara TelkomGroup berperan menghadirkan jaringan telekomunikasi yang andal agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Program Hunian Danantara merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan saudara-saudara yang tertimpa bencana dapat tinggal secara layak. Fasilitas di dalamnya termasuk dengan WiFi gratis agar masyarakat tetap terhubung, memperoleh informasi, serta mempermudah koordinasi bantuan selama masa pemulihan,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.
Telkom Indonesia Pastikan Akses Digital Sejak Hari Pertama
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menegaskan bahwa konektivitas digital menjadi kebutuhan dasar dalam masa pemulihan pascabencana.
“Melalui sinergi Danantara dan BUMN, TelkomGroup berkomitmen mendukung penyediaan Huntara bagi masyarakat terdampak bencana melalui ketersediaan konektivitas digital yang andal. Sinergi lintas BUMN ini memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Dian.
Ribuan Huntara, Jaringan Disiapkan Bertahap
Dalam tiga bulan ke depan, pemerintah menargetkan 15.000 unit Huntara di tiga provinsi terdampak siap dihuni. Seiring pembangunan tersebut, TelkomGroup menyiapkan infrastruktur jaringan secara bertahap agar masyarakat tetap terhubung dan mampu mengakses informasi.
Pada tahap awal, TelkomGroup memasang 28 Access Point (AP) WiFi, terdiri dari tiga AP di area depan Huntara dan 25 AP di area hunian, dengan rasio satu AP melayani tiga rumah.
WiFi Managed Service dan Mobile BTS
Selain WiFi reguler, TelkomGroup mengimplementasikan satu unit Access Point WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps di Posko TelkomGroup Huntara. Ke depan, TelkomGroup akan memasang total 63 AP WMS untuk memastikan konektivitas merata.
Dari sisi seluler, Telkomsel memperkuat jaringan melalui dukungan BTS Karang Baru dan Aceh Tamiang, serta mengoperasikan satu Mobile BTS (Combat) langsung di kawasan Huntara.
Satelit Telkomsat Hingga Daerah Sulit Akses
Telkom Indonesia melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) juga menghadirkan layanan internet berbasis satelit. Melalui WiFi satelit gratis, penghuni Huntara dapat langsung menikmati akses internet tanpa batas, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.
Pemulihan Jaringan Aceh Capai 95 Persen
Seiring upaya pemulihan di Sumatra, TelkomGroup berhasil mengaktifkan kembali seluruh jaringan di 289 kecamatan di Aceh. Hingga kini, progres pemulihan mencapai 95 persen, dengan fokus lanjutan di Blangkejeren dan Takengon.
Pemulihan tersebut didukung pengerahan 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS, 768 unit genset, serta 776 paket baterai guna menjaga keberlangsungan layanan.
Bantuan Kemanusiaan Rp122,6 Miliar
Selain pemulihan jaringan, TelkomGroup menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp122,6 miliar hingga Kamis (1/1). Bantuan tersebut mencakup konektivitas, layanan kesehatan, dapur umum, paket logistik, ruang aman anak untuk trauma healing, hingga kompensasi pelanggan selama Desember 2025–Januari 2026.
“Sejak awal bencana, TelkomGroup memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi. Kami berharap dukungan ini dapat membantu masyarakat bangkit lebih cepat,” tutup Dian.***








