BATAMCLICK.COM: Stok beras Bulog Tanjungpinang dipastikan aman hingga Lebaran 2026. Jaminan ini disampaikan langsung oleh Kepala Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, yang menyebutkan bahwa ketersediaan beras cadangan pemerintah (CBP) dan beras Program SPHP berada dalam kondisi stabil.
Stok Tersedia 2.000 Ton
Arief menjelaskan bahwa stok beras CBP di gudang Bulog mencapai 2.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan. Situasi ini membuat Bulog tetap percaya diri menghadapi lonjakan permintaan, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Permintaan Meningkat Jelang Akhir Tahun
Menurut Arief, permintaan beras SPHP di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan berkisar 100–300 ton per bulan. Bahkan satu pekan terakhir, permintaan meningkat dari 30 ton menjadi 50 ton, seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Natal dan Tahun Baru.
Harga Stabil Sesuai HET
Beras SPHP tetap dijual dengan harga Rp65.500 per kemasan lima kilogram, mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET). Bulog memastikan harga tetap stabil demi menjaga daya beli masyarakat.
Pasokan Aman di Pulau-Pulau
Bulog juga menjaga pasokan ke wilayah kepulauan. Kabupaten Anambas memiliki stok 350 ton, sementara Kabupaten Lingga menyimpan 450 ton. Arief menegaskan bahwa permintaan di wilayah tersebut masih terbilang rendah, sehingga stok mampu bertahan empat bulan ke depan.
Kepercayaan Masyarakat Tetap Tinggi
Tingginya permintaan beras SPHP menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk Bulog. Selain terjangkau, beras SPHP lebih konsisten dalam mutu, terutama bagi warga di pulau-pulau kecil.
Penguatan Pasokan Menjelang Nataru
Untuk mengantisipasi kebutuhan akhir tahun, Bulog turut menambah pasokan beras premium sebanyak 24 ton dan minyak goreng MinyaKita hingga 24 ribu liter. Upaya ini untuk menstabilkan harga pangan, termasuk melalui kegiatan gerakan pangan murah bersama pemerintah daerah.








