Komnas HAM Proaktif Dalami Insiden Bersenjata di Intan Jaya, Papua Tengah

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI bersama kantor perwakilannya di Papua aktif mendalami insiden bersenjata di Distrik Sugapa dan Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang diduga menimbulkan korban di kalangan warga sipil.

“Belum ada laporan resmi ke Komnas HAM, tetapi kami proaktif melakukan pengecekan langsung di lapangan, khususnya di dua distrik tersebut,” ujar Anggota Komnas HAM RI Uli Parulian Sihombing dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Uli menyampaikan bahwa Komnas HAM tengah mengumpulkan informasi terkait keberadaan korban sipil dan pengungsi akibat insiden itu. Kantor perwakilan di Papua juga berkoordinasi dengan berbagai pihak di Intan Jaya.

Komnas HAM menekankan pentingnya dialog yang bermakna dalam penyelesaian konflik kemanusiaan di Papua, serta mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat sipil yang terdampak.

Sebelumnya, Satuan Tugas Habema TNI mengamankan sejumlah wilayah di Intan Jaya setelah operasi terhadap kelompok bersenjata di Distrik Sugapa pada Rabu (14/5). Operasi yang berlangsung antara pukul 04.00-05.00 WIT menyasar beberapa kampung, dan berhasil mensterilkan wilayah dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Dansatgas Media Koops Habema Letnan Kolonel Inf. Iwan Dwi Prihartono menyampaikan operasi dilakukan secara profesional dan terukur, dengan hasil 18 anggota OPM tewas dan sejumlah barang bukti senjata serta atribut disita.

Di sisi lain, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) melaporkan adanya korban luka tembak pada ibu dan anak, serta tiga orang meninggal dunia akibat operasi militer tersebut. Sekitar 950 warga sipil dari 13 gereja di Intan Jaya juga dilaporkan mengungsi.

“Kami menolak keras penembakan terhadap masyarakat sipil tidak bersenjata dan menyerukan penghentian kekerasan karena tidak menyelesaikan masalah,” tegas Kepala Biro Papua PGI Ronald Tapilatu.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka