Batamclick.com,
Sebanyak 152 penumpang ikut program arus balik yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di pelabuhan Kuala Tungkal rute Jambi -Batam.
“Kita tadi sudah melepas penumpang arus balik program pemerintah, setiap tahun selalu kita adakan di Pelabuhan Kuala Tungkal,” ungkap penanggung jawab (PIC) Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 Jambi, Nurdin Yusuf di Tanjab Barat, Kamis.
Benny menjelaskan, keberangkatan penumpang arus balik dari Jambi menuju Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menggunakan Kapal Negara (KN) Sarotama jenis kapal patroli yang dioperasikan oleh Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Kelas II Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau.
Dalam pemberangkatan itu, penumpang dilangsir menuju ke tengah alur sungai Pangabuan Kuala Tungkal, mengingat kapal tersebut tidak bisa bersandar ke pelabuhan dengan alasan kedalaman air tidak memenuhi syarat.
Ia menambahkan, arus balik satu hari hingga tiga hari setelah Lebaran (H+1 – H+3) di Pelabuhan Kuala Tungkal pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan pada 2025.
Berdasarkan data, hari kedua (H+2) arus balik terjadi dinamika penurunan penumpang mencapai 89 persen, dari 500 orang pada 2025, menjadi 55 penumpang Lebaran kali ini.
Namun pihaknya menilai, hal itu merupakan fenomena biasa dan sering terjadi, biasanya lonjakan penumpang akan terjadi ketika masa libur berakhir.
Ia menambahkan, program mudik dan balik gratis di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal rutin dilaksanakan setiap tahun.
Arus mudik biasanya melayani rute Batam menuju Kuala Tungkal, sedangkan arus balik dilaksanakan dari Kuala Tungkal menuju Batam.
“Secara umum, arus balik di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal normal. Program arus mudik dan balik gratis ini merupakan bentuk nyata negara hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, ” jelasnya.
Di sisi lain, Benny turut menyoroti keberadaan kendaraan angkutan barang (truk) yang masih beroperasi di luar ketentuan.
Dari pantauan lapangan di Jalan Lintas Timur Sumatera, masih dijumpai truk sumbu tiga masih beroperasi saat arus balik libur Lebaran.
“Kami juga tadi memantau di Jalan Lintas Timur Sumatera, masih ada satu dua kendaraan besar yang lewat. Padahal itu masih dilarang,” keluhannya.
Sumber, Antara









