BATAMCLICK.COM: Fenomena vape narkoba kini menjadi perhatian serius aparat di Batam. Polresta Barelang, melalui Satuan Reserse Narkoba, semakin gencar turun ke sekolah-sekolah untuk mencegah peredaran narkoba jenis baru yang dikemas menyerupai rokok elektrik.
Kepala Satresnarkoba Polresta Barelang, Komisaris Polisi Deny Langie, menegaskan pihaknya waspada terhadap penyelundupan rokok elektrik mengandung zat berbahaya, baik yang berasal dari Singapura maupun Malaysia.
“Selain penegakan hukum, kami mengutamakan pencegahan. Setiap bulan, personel kami hadir ke sekolah-sekolah untuk memberi pemahaman langsung kepada para pelajar,” ungkap Deny di Batam, Minggu.
Sosialisasi Hingga Jadi Duta Antinarkoba
Dalam kegiatan sosialisasi, polisi tidak hanya menjelaskan bahaya narkoba, tetapi juga memperkenalkan berbagai jenis narkoba agar mudah dikenali dan dihindari. Bahkan, siswa yang aktif mengikuti kegiatan diberi penghargaan sebagai duta antinarkoba.
Pada Agustus ini, Satresnarkoba Barelang menyambangi dua sekolah di Kecamatan Batuaji, yaitu SMA 41 dan SMA 60. Para siswa diajak untuk lebih kritis terhadap tren rokok elektrik yang belakangan disalahgunakan sebagai wadah narkoba jenis baru seperti etomidate, obat penenang yang biasanya digunakan dalam anestesi.
Kolaborasi dengan Bea Cukai
Selain menyasar pelajar, upaya pencegahan juga diperkuat lewat kolaborasi dengan Bea Cukai. Aparat kepolisian menyadari bahwa pengawasan jalur masuk dan keluar barang menjadi kunci penting.
“Kami berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk mencegah peredaran vape narkoba yang diselundupkan melalui jalur resmi maupun jalur tikus,” jelas Deny.
Rangkaian Kasus Vape Narkoba di Batam
Kewaspadaan aparat bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, Kepolisian dan Polda Kepri berhasil menggagalkan sejumlah penyelundupan vape narkoba.
- Januari 2025: Ditresnarkoba Polda Kepri menggagalkan penyelundupan 176 vape pods mengandung etomidate.
- Juni 2025: Polisi menggerebek minilab cairan vape di Batam, menyita 225 bungkus cairan berbagai merek asal Malaysia.
- Juli 2025: Petugas KSOP Batam Center dan seorang WN Singapura ditangkap karena menyelundupkan 3.205 rokok elektrik mengandung etomidate dari Malaysia.
Kasus serupa juga pernah diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN), yang membongkar jaringan pengiriman ilegal dari Malaysia dan Prancis.
Ancaman Serius dari Perbatasan
Larangan ketat Pemerintah Singapura atas peredaran vape narkoba justru menimbulkan kekhawatiran baru bagi Batam. Letak geografis yang berdekatan membuat Batam berpotensi menjadi jalur masuk maupun pasar bagi pelaku kejahatan lintas negara.
Oleh karena itu, aparat menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan sekaligus memperluas sosialisasi ke kalangan pelajar, agar generasi muda tidak menjadi korban tren berbahaya ini.









