BPS Dorong Pencatatan Aktivitas Ekonomi Kepri Lebih Akurat

BATAMCLICK.COM, Tanjungpinang: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menyoroti pentingnya pencatatan aktivitas ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) agar lebih tepat dan akurat. Hal ini dinilai krusial untuk mendapatkan gambaran nyata denyut perekonomian daerah.

“Saat ini salah satu penggerak utama ekonomi Kepri adalah industri pengolahan. Di Batam saja ada sekitar 780 industri, tapi yang tercatat baru sekitar 70-an,” ungkap Amalia di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat malam (23/5), usai menghadiri pelantikan Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati.

Untuk itu, BPS akan bersinergi dengan Pemprov Kepri dan Pemkot Batam dalam meningkatkan kualitas pencatatan data ekonomi.

Amalia mencontohkan keberhasilan pencatatan aktivitas ekonomi di Kabupaten Bintan, yang terdorong oleh operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang. Kegiatan ekspor alumina dan investasi di kawasan itu terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi Bintan pada triwulan I 2025 hingga 8,9 persen.

Secara keseluruhan, ekonomi Kepri tumbuh 5,16 persen pada triwulan pertama tahun ini, melampaui rata-rata nasional sebesar 4,87 persen. Kepri pun menempati peringkat ke-13 dari 38 provinsi se-Indonesia.

“Kepri sebenarnya punya potensi tumbuh di atas lima persen secara konsisten. Tapi untuk itu, pencatatan aktivitas ekonominya harus diperkuat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” tegas Amalia.

Ia menambahkan, struktur ekonomi Kepri berbeda dari nasional. Jika nasional didorong oleh konsumsi masyarakat, Kepri lebih bertumpu pada net ekspor dan investasi, yang menunjukkan tingkat produktivitas lebih tinggi.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Kepri banyak didorong oleh sektor industri pengolahan, konstruksi, serta ekspor dan impor.

“Letak Kepri sangat strategis karena berbatasan langsung dengan banyak negara. Ini peluang besar untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target Presiden Prabowo sebesar delapan persen,” ujarnya optimistis.

Sumber: Antara
Editor: Novia