BATAMCLICK.COM, Tangerang: SKK Migas menyatakan kesiapan untuk membantu 10 Wilayah Kerja (WK) yang sudah memasuki tahap Plan of Development (POD) namun mangkrak agar bisa kembali beroperasi.
“Kalau masalahnya finansial, ayo, kami carikan investor yang bonafide,” ujar Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, usai penutupan IPA Convention & Exhibition di Tangerang, Banten.
Rikky menjelaskan, SKK Migas akan memfasilitasi pertemuan antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan calon investor atau pemberi pinjaman, termasuk bank negara. SKK Migas akan bertindak sebagai jembatan sekaligus pengawas dalam proses tersebut.
Ke-10 WK yang mangkrak ini mayoritas berada di wilayah offshore (lepas pantai) dan memiliki potensi investasi mencapai 1,8 miliar dolar AS. Estimasi kapasitas produksinya mencapai 51,35 juta barel minyak (sekitar 31.300 barel per hari) dan 600 BCF gas. Jika berhasil dioperasikan kembali, wilayah-wilayah ini diperkirakan bisa menyerap hingga 20.000 tenaga kerja.
Rikky tidak menyebutkan secara rinci nama wilayah kerja maupun KKKS yang terlibat demi menjaga iklim investasi. Namun, beberapa WK disebut berada di Kalimantan Timur dan Kepulauan Riau.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah akan menarik kembali WK dari KKKS yang lambat menjalankan kewajiban, lalu melelangnya kembali kepada pihak yang lebih siap. Selain 10 WK mangkrak, ada pula 17 WK dengan status POD yang mundur dari jadwal produksi (onstream), dengan potensi produksi 306 juta barel minyak dan 18.351 BCF gas.
“Ini semuanya dalam rangka untuk kita memaksimalkan potensi dalam rangka meningkatkan lifting,” tegas Bahlil.
Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka








