BATAMCLICK. COM: Gema ASRI Rempang Eco-City menjadi langkah konkret BP Batam dalam memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Batam.
Gerakan ini berlangsung di kawasan Tanjung Banun, Rempang Eco-City, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bumi 2026, sehingga mempertegas komitmen menjaga kelestarian lingkungan di wilayah strategis tersebut.
Momentum Hari Bumi, Aksi Nyata di Lapangan
Badan Pengusahaan (BP) Batam langsung menerjemahkan semangat Hari Bumi ke dalam aksi nyata melalui Gerakan Masyarakat Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Gema ASRI). Kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menghadirkan kerja nyata yang melibatkan ratusan personel di lapangan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Gema ASRI merupakan kelanjutan dari gerakan nasional yang telah berjalan sejak Februari, kemudian diperluas hingga ke tingkat daerah, termasuk Kota Batam.
600 Personel Turun, Kolaborasi Jadi Kunci
Untuk memastikan dampak nyata, BP Batam menurunkan sedikitnya 600 personel yang tersebar di kawasan Tanjung Banun dan Rempang Eco-City. Seluruh personel tersebut tergabung dalam enam satuan tugas yang bekerja secara terpadu dan terkoordinasi.
Tim yang terlibat terdiri dari Pasukan Merah BP Batam, Pasukan Oranye Pemerintah Kota Batam, tim pembersihan drainase, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Dinas Lingkungan Hidup. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam menciptakan perubahan yang terukur di lapangan.
Selain itu, pengukuhan pasukan sebagai satuan tugas kebersihan semakin mempertegas keseriusan dalam menjaga lingkungan secara konsisten.
Bukan Seremonial, Tapi Gerakan Berkelanjutan
Amsakar menekankan bahwa Gema ASRI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, seluruh tim harus bekerja secara terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, partisipasi publik menjadi kunci agar gerakan ini terus hidup dan berkembang.
Dengan demikian, kegiatan seperti ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin di berbagai wilayah Batam, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sejuk, dan nyaman untuk ditinggali.
Pemberdayaan Masyarakat Jadi Prioritas
Tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, BP Batam juga mendorong pemberdayaan masyarakat di kawasan Rempang. Berbagai program mulai dari bantuan alat tangkap nelayan, bibit ikan, hingga bibit tanaman.
Selain itu, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Program ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi kawasan.
Amsakar menambahkan bahwa sejumlah program pendukung lainnya saat ini tengah dalam tahap finalisasi dan akan segera terealisasi dalam waktu dekat.
Menuju Rempang Eco-City yang Modern dan Berkelanjutan
Melalui Gema ASRI Rempang Eco-City, BP Batam ingin menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat sekaligus mendukung percepatan pembangunan kawasan strategis tersebut. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Rempang sebagai kawasan modern yang tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Gema ASRI tidak hanya menjadi gerakan sesaat, tetapi juga menjadi budaya baru dalam menjaga lingkungan di Kota Batam.(lin)









