Gibran Soroti SOP Masak MBG di Waisai, Minta Waktu Pengolahan Disesuaikan

Gibran menyoroti SOP memasak MBG di SDN 2 Waisai agar kualitas makanan tetap terjaga tanpa menimbulkan tafsir evaluasi menyeluruh program.
Gibran menyoroti SOP memasak MBG di SDN 2 Waisai agar kualitas makanan tetap terjaga tanpa menimbulkan tafsir evaluasi menyeluruh program.

BATAMCLICK.COM: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Waisai. Ia menilai waktu memasak yang terlalu pagi perlu disesuaikan agar kualitas makanan tetap terjaga saat dikonsumsi siswa.

Temuan tersebut muncul saat Gibran berdialog langsung dengan petugas Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi yang mendistribusikan makanan di sekolah tersebut.

Penyesuaian Teknis Demi Kualitas Makanan

Gibran secara spesifik meminta petugas untuk menyesuaikan waktu memasak, bukan melakukan evaluasi terhadap keseluruhan program. Ia menekankan bahwa makanan yang dimasak terlalu dini berpotensi menurunkan kualitas saat disajikan.

Karena itu, ia meminta agar SOP teknis tersebut diperbaiki mulai hari berikutnya agar makanan tetap segar dan layak konsumsi.

Bagian dari Pemantauan Program di Lapangan

Kunjungan ini merupakan bagian dari pemantauan pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Selama berada di Tanah Papua, Gibran Rakabuming Raka meninjau beberapa sekolah, termasuk SMAN 4 Mimika dan Sekolah Kristen Yahukimo.

Pemantauan ini bertujuan memastikan program berjalan sesuai rencana serta memberi manfaat langsung bagi siswa.

Menu Bergizi dan Respons Siswa

Pada hari peninjauan, siswa menerima menu berupa nasi putih, ayam kecap, tempe goreng, sayur singkong, dan buah apel. Gibran juga menyempatkan diri berinteraksi dengan siswa untuk mengetahui respons mereka terhadap makanan yang disajikan.

Salah satu siswa kelas 2C mengaku menyukai menu tersebut, yang menunjukkan penerimaan positif terhadap program.

Dukungan untuk Ratusan Siswa

SD Negeri 2 Waisai memiliki 671 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar, serta didukung 45 tenaga pendidik dan kependidikan. Dengan jumlah tersebut, pengelolaan distribusi makanan membutuhkan ketepatan, termasuk dalam aspek waktu pengolahan.

Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan

Melalui kunjungan ini, Gibran menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan program MBG di lapangan, terutama pada aspek teknis yang berpengaruh langsung terhadap manfaat yang diterima siswa.

Penyesuaian SOP yang disorotnya menjadi langkah perbaikan spesifik agar program tetap berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

Sumber: Antara