OTT Wamenaker Jadi Sorotan DPR
OTT Wamenaker kembali mengguncang jagat politik Indonesia. Kali ini, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel terjerat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua DPR RI Puan Maharani pun angkat suara.
“Saya akan cek dulu kenapa dan seperti apa proses ini terjadi,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.
Respons di Tengah Rapat Paripurna
Puan mengaku mendengar kabar penangkapan Noel justru saat ia tengah memimpin Rapat Paripurna ke-3 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026. Karena itu, ia menegaskan perlu memastikan langsung duduk perkaranya sebelum berkomentar lebih jauh.
“Saya juga baru mendengar beritanya tadi saat di Paripurna, jadi belum tahu terjadinya karena apa dan bagaimana, karena melihat di info beritanya saat tadi melaksanakan Paripurna,” ujarnya.
Konfirmasi Resmi dari KPK
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto telah mengonfirmasi penangkapan tersebut. Ia menyebut OTT kali ini berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tidak hanya Noel, ada sepuluh orang lain yang ikut diamankan.
Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak. Hal inilah yang kini menjadi perhatian banyak kalangan, termasuk DPR.
Puluhan Kendaraan dan Uang Tunai Ikut Disita
Tidak berhenti pada penangkapan, KPK juga menyita berbagai barang bukti. Dari operasi ini, penyidik mengamankan puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk sebuah motor gede Ducati.
“Selain mobil dan motor, sejumlah uang tunai juga kami sita dalam OTT ini,” jelas Fitroh.
Barang-barang tersebut diduga berkaitan erat dengan praktik pemerasan yang menjadi inti kasus.
Menanti Kejelasan
Kasus ini menjadi sejarah baru karena tercatat sebagai OTT pertama KPK terhadap seorang pejabat setingkat menteri di Kabinet Merah Putih. Kini, publik menunggu dengan cemas bagaimana nasib Noel dan para pihak lain yang ikut diamankan.








