BATAMCLICK.COM, Jakarta: Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta aktif menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan yang tengah melakukan pengurangan pegawai. Kepala Dinas Disnakertransgi Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan agar pihaknya bisa memantau serta membantu pekerja yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ia menambahkan, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, seperti yang tercermin dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, turut memengaruhi tingkat pengangguran di Jakarta. “Kami ingin memastikan setiap PHK yang terjadi bisa termitigasi dengan baik,” ujarnya.
Tak hanya itu, Disnakertransgi juga telah menyiapkan pelatihan keterampilan untuk warga yang ingin meningkatkan kemampuan kerja. Selain itu, Pemprov DKI juga membuka peluang bursa kerja agar para pencari kerja bisa segera terserap oleh perusahaan.
Syaripudin menyebutkan ada tujuh pusat pelatihan kerja di wilayah Jakarta, termasuk Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las dan Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri di Jakarta Timur. Target tahun ini, peserta pelatihan bisa mencapai 10 ribu orang, meningkat dari tahun sebelumnya.
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, pada dua bulan pertama 2025 terjadi 18.610 kasus PHK di Indonesia, dengan DKI Jakarta berada di urutan ketiga setelah Jawa Tengah dan Riau. Menyikapi hal ini, pemerintah juga tengah mempersiapkan Satuan Tugas PHK yang melibatkan berbagai unsur untuk menekan angka pengangguran.
Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka








