Di Balik Deru Mesin dan Aspirasi Sunyi: 500 Ribu Ojol Turun ke Jalan

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Pagi ini, langit Jakarta belum sepenuhnya cerah saat langkah-langkah ribuan aparat keamanan mulai tersebar di berbagai titik ibu kota. Sebanyak 2.554 personel gabungan diterjunkan oleh Polda Metro Jaya untuk mengawal satu gelombang besar yang tak bisa diabaikan: unjuk rasa para pengemudi ojek online.

Bukan sekadar protes biasa. Aksi ini akan melibatkan sekitar 500 ribu pengemudi ojol dari berbagai penjuru negeri. Mereka mematikan aplikasi, menghentikan layanan, dan memilih turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap aplikator yang mereka nilai telah melanggar regulasi dan mengabaikan kesejahteraan para pengemudi.

“Personel yang dikerahkan terdiri dari 1.913 anggota Polda Metro Jaya, 230 dari Polres Jakarta Pusat, 320 personel TNI, serta 91 dari Pemda DKI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Selasa pagi.

Empat sektor utama menjadi fokus pengamanan. Di kawasan Monas Utara dan Selatan, sebanyak 1.080 personel bersiaga. Area Bundaran HI dan Kementerian Perhubungan diamankan oleh 285 personel. Sementara itu, gedung DPR/MPR RI dan sekitarnya dijaga oleh 989 personel. Di sektor pengaturan lalu lintas, 200 personel dari Ditlantas dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan.

Ade Ary mengingatkan masyarakat agar menghindari area-area tersebut selama unjuk rasa berlangsung. “Kami imbau warga untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan, demi menghindari kemacetan serta kemungkinan adanya penutupan jalan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para pengemudi ojol yang akan menyampaikan aspirasinya agar melakukannya dengan damai dan tertib. “Tolong jangan membawa benda berbahaya, hindari tindakan provokatif, dan hormati petugas yang sedang bertugas menjaga keamanan,” katanya.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum dijamin, namun tetap harus berjalan seiring dengan upaya menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

“Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat, peserta unjuk rasa, dan aparat keamanan, kita harapkan semua kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Ade Ary.

Aksi hari ini tidak hanya akan terlihat di ibu kota. Gelombang serupa juga terjadi serentak di berbagai daerah: dari Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, hingga Palembang, Lampung, dan Banten Raya. Para pengemudi bersatu, bukan sekadar memprotes tarif atau kebijakan, tapi untuk memperjuangkan sebuah pengakuan atas peran mereka yang selama ini mungkin terlupakan—mereka yang setiap hari mengantar, menjemput, dan menghidupkan denyut pergerakan kota.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka