BATAMCLICK.COM: Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri), Guntur Sakti, menilai penutupan lapangan golf publik di Singapura membuka peluang besar bagi pelaku usaha golf di Kepri, khususnya di Batam.
Ia mengimbau pelaku wisata golf di Kepri memanfaatkan kesempatan ini untuk menarik golfer dari Singapura. Tujuannya adalah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri.
“Ini adalah peluang baru untuk menciptakan permintaan dari golfer di Singapura. Pelaku wisata harus mencari cara untuk menarik wisatawan sebanyak mungkin untuk bermain golf di sini,” ujar Guntur pada Kamis (18/7/2024).
Guntur menjelaskan, Kepri akan memiliki sembilan lapangan golf, dengan tujuh di Batam dan dua di Bintan. Lapangan golf di Kepri sudah memenuhi standar internasional untuk golfer dan beberapa event golf internasional juga pernah dilaksanakan di sini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyatakan bahwa ia belum menerima informasi resmi mengenai penutupan lapangan golf di Singapura. Namun, ia mengimbau pelaku wisata golf untuk mempersiapkan dan meningkatkan fasilitas golf di Batam agar dapat menarik lebih banyak golfer dari Singapura.
“Golfers memberikan kontribusi positif di Batam. Kami memiliki tujuh lapangan golf yang berkualitas dan bisa menjadi alternatif bagi golfer Singapura,” jelas Ardi.
Keunggulan lapangan golf di Batam termasuk harga yang kompetitif, pelayanan yang ramah, serta berbagai pilihan wisata lain seperti beach club dan spa yang bisa dinikmati para golfer selama berada di Batam.
“Kita harus terus berbenah. Mungkin perluasan area lapangan golf baru diperlukan untuk mengakomodir permintaan yang meningkat,” tambah Ardi.

Sebelumnya, lapangan golf di Singapura dilaporkan akan ditutup setelah adanya pembangunan kembali lahan untuk perumahan. Kabar ini menjadi kesempatan bagi pelaku wisata golf di Batam untuk menarik pasar golfer Singapura ke Kepulauan Riau.
Ketua Perhimpunan Pegolf Senior Indonesia (Perpesi) Batam-Kepri, Taba Iskandar, menilai kabar ini sebagai berita baik untuk wisata golf di Kepri.
“Batam bisa disebut sebagai surga golf dengan banyak lapangan golf yang bisa memenuhi kebutuhan wisatawan. Kota Batam strategis untuk mengembangkan wisata sport-tourism, khususnya golf, karena dekat dengan Singapura dan Malaysia,” ujar Taba pada Kamis (18/7/2024).
Ia mendorong pemerintah untuk memanfaatkan peluang ini dengan mengembangkan destinasi wisata golf yang lebih berdaya saing. Asosiasi juga sering menggelar turnamen yang bisa menarik golfer mancanegara.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa Kepulauan Riau memiliki lapangan golf terbanyak di Indonesia dengan total sepuluh lapangan. Ini menjadikannya sebagai destinasi golf tourism yang sangat menjanjikan.
“Kepri memiliki peluang besar dengan sepuluh lapangan golf yang ada. Kami mendorong agar Kepri dijadikan hub golf tourism karena biaya golf di Singapura semakin mahal dan tidak terjangkau,” ujar Sandiaga.(Advertorial)








