Harapan dari Sigi: Sekolah Rakyat untuk Anak-anak Negeri di Tanah Huntap

BATAMCLICK.COM, Sigi: Di tengah geliat pembangunan pascabencana, Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah kembali menyalakan harapan baru bagi generasi mudanya. Pemerintah Kabupaten Sigi mengajukan permohonan kepada Kementerian Sosial untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat, sebuah langkah nyata demi masa depan anak-anak di wilayah yang pernah porak-poranda oleh gempa.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Dalam pertemuan itu, Rizal menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjadi tuan rumah bagi Sekolah Rakyat yang diharapkan menjadi simbol pemulihan sekaligus pendidikan inklusif di kawasan tersebut.

“Harapan kami agar program pembangunan Sekolah Rakyat dapat direalisasikan di Kabupaten Sigi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Sigi, Minggu.

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru. Lokasinya berdekatan dengan Kampus UIN Datokarama Palu, menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif dan terhubung.

Rizal menuturkan bahwa Sekolah Rakyat sangat sejalan dengan program inklusi pendidikan yang telah diterapkan oleh Kabupaten Sigi. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Mereka dibebaskan dari biaya seragam dan pendidikan, sebuah upaya konkret untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi.

“Mulai tahun ajaran 2025 hingga 2026, kami akan berikan seragam sekolah gratis bagi anak-anak dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP yang menjadi kewenangan kami di tingkat kabupaten,” jelas Rizal.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Rizal berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus terjalin demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sigi. Menurutnya, Sekolah Rakyat dapat menjadi simbol kebangkitan serta pemerataan akses pendidikan di wilayah-wilayah terpencil dan terdampak bencana.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya proses seleksi yang jujur dan transparan dalam merekrut peserta didik Sekolah Rakyat. Ia mengajak seluruh kepala daerah yang terlibat untuk menjaga objektivitas agar program ini tepat sasaran.

“Saya mengajak semua kepala daerah untuk bersama-sama menyeleksi peserta didik untuk masuk Sekolah Rakyat ini dengan objektif,” kata Saifullah.

Di tanah yang pernah retak karena bencana, Sigi mencoba berdiri lebih tegak. Sekolah Rakyat bukan hanya bangunan, melainkan harapan baru agar setiap anak bisa menggapai cita-cita tanpa harus dibatasi oleh keadaan.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka