Pemprov Bali Galakkan PLTS Atap Hadapi Keterbatasan Cadangan Listrik

BATAMCLICK.COM, Denpasar: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk mengantisipasi krisis listrik akibat pertumbuhan permintaan energi yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan bahwa PLTS Atap merupakan solusi energi mandiri paling tepat, mengingat pertumbuhan kebutuhan listrik di Bali yang mencapai 14 hingga 16 persen setiap tahunnya.

“Saat ini kebutuhan energi optimal harian mencapai 1.200 kWh, sementara ketersediaannya sebesar 1.400 kWh. Artinya, hanya ada 200 kWh cadangan. Ini mengkhawatirkan, karena jika kebutuhan terus meningkat, cadangan akan habis. Maka, PLTS Atap harus segera digalakkan,” ujar Koster dalam keterangannya di Denpasar, Jumat (16/5/2025).

Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan pasokan listrik berbasis fosil yang selama ini masih bergantung dari luar Bali. Oleh karena itu, Pemprov Bali mengajak pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, dan masyarakat luas untuk memasang PLTS Atap di berbagai fasilitas seperti kantor pemerintahan, hotel, vila, rumah sakit, perguruan tinggi, mal, rumah tangga, hingga fasilitas umum.

Langkah ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih serta Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Energi Surya Atap.

“Di periode kedua ini saya tidak bisa santai lagi. Saya harus bertindak cepat. Kami ingin Bali menjadi contoh nyata transisi energi di Indonesia,” tegas Koster.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Pemprov Bali bekerja sama dengan PLN Icon Plus—anak perusahaan PT PLN—yang akan menyediakan solusi lengkap mulai dari penyediaan panel surya, instalasi, hingga pemeliharaan PLTS Atap.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Ari Rahmat Indra Cahyadi, menyatakan siap mendukung langkah Pemprov Bali, karena menurutnya, Bali merupakan daerah yang paling siap menjalankan kemandirian energi berbasis energi bersih di Indonesia.

“Kami melihat provinsi Bali memiliki visi dan kesiapan tinggi dalam pengembangan energi bersih, khususnya PLTS Atap,” ujar Ari Rahmat.

Ia menambahkan bahwa tantangan utama dalam pengelolaan PLTS Atap adalah fluktuasi daya dari energi matahari. Oleh sebab itu, sistem PLN harus mampu menyesuaikan manajemen energi yang berbeda dari energi fosil, seperti yang telah dialami beberapa negara di Eropa Selatan.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka