TANJUNGPINANG — Di tengah birunya lautan dan hamparan pulau-pulau kecil yang memesona, Kepulauan Riau menyimpan kekayaan tak ternilai: kehidupan bawah laut yang berlimpah. Namun kekayaan itu tak bisa dibiarkan berjalan tanpa penjagaan. Demi masa depan, demi anak cucu, laut harus dijaga. Dan kini, ada harapan baru dari kebijakan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kepri.
Langkah itu datang lewat skema yang mungkin terdengar teknis—pengelolaan keuangan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tapi di balik istilah tersebut, ada cita-cita besar: menyelamatkan ekosistem laut secara berkelanjutan dan independen.
“Potensi sumber daya kelautan Kepri sangat tinggi. Karena itu, kita perlu skema pendanaan yang berkelanjutan, agar kawasan konservasi ini bisa terus kita jaga tanpa tergantung pada anggaran yang kadang tidak menentu,” tutur Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Said Sudrajat, Kamis siang itu, di Tanjungpinang.
Laut yang Luas, Tanggung Jawab yang Tak Kecil
Kepulauan Riau memiliki kawasan konservasi perairan seluas 1,7 juta hektare. Saat ini, dua kawasan sudah ditetapkan: Taman Wisata Perairan Timur Pulau Bintan, dan kawasan konservasi di Pulau Tambelan, Bintan II.
Namun perjuangan belum berhenti. Tiga kawasan lainnya—di Lingga, Batam, dan Natuna—sedang diusulkan peningkatan status, dari sekadar pencadangan menjadi penetapan resmi.
“Target kami, tahun ini skema BLUD sudah bisa diterapkan oleh UPTD Pengelola Kawasan Konservasi Perairan. Ini langkah awal untuk pengelolaan yang lebih fleksibel dan profesional,” kata Said.
Dengan sistem ini, pengelolaan kawasan tidak lagi harus menunggu proses panjang APBD. Pendapatan dari tarif jasa lingkungan atau program edukasi bisa langsung digunakan untuk operasional dan perlindungan kawasan.
Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Janji untuk Masa Depan
Pengelolaan yang baik bukan hanya soal dana. Ada rencana nyata: mulai dari pengawasan zonasi, penyadartahuan masyarakat, pendidikan lingkungan, hingga pengembangan ekowisata yang lestari.
“Ketika konservasi berjalan baik, laut akan tetap kaya, pariwisata hidup, dan masyarakat sekitarnya juga akan menikmati manfaat ekonomi,” ujar Said.
Laut adalah sumber hidup. Tapi tanpa perlindungan, ia bisa menjadi korban eksploitasi. Skema BLUD ini seperti secercah cahaya, memberi harapan agar laut Kepri tetap biru, tetap hidup, dan tetap memberi.
Di balik kebijakan ini, ada harapan yang sederhana namun dalam: agar anak-anak yang hari ini bermain di tepi pantai, kelak masih bisa melihat ikan berenang bebas di laut yang sama.(Bosanto)









