Di tengah geliat pembangunan yang kian pesat, Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali menorehkan sejarah baru. Sebuah langkah besar dilakukan untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional—sebuah nadi penting dalam denyut ekonomi negeri.
Pada Jumat pagi yang sarat makna itu, dua entitas strategis, Bandara International Batam (BIB) dan InJourney Aviation Services (IAS), menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mengelola New Cargo Terminal Operator di kawasan bandara yang terkenal dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia ini.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen penting, bukan hanya bagi kami sebagai pengelola Bandara Internasional Hang Nadim, tetapi juga untuk masa depan ekosistem logistik nasional,” ucap Annang Setia Budhi, Pjs. Direktur Utama BIB.
Logistik: Urat Nadi Perdagangan yang Harus Dijaga
Melalui kerja sama ini, BIB dan IAS berkomitmen menghadirkan layanan logistik yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi. Targetnya bukan main: peningkatan kapasitas hingga 50 ribu ton kargo per tahun, serta waktu bongkar muat yang jauh lebih cepat dan tersistem.
Batam, sebagai titik temu strategis di kawasan Asia Tenggara, dianggap sangat potensial menjadi pusat logistik nasional maupun internasional. Dan terminal kargo ini adalah langkah awal menuju masa depan itu.
“Keberhasilan sebuah infrastruktur bukan hanya dari megahnya bangunan, tapi dari bagaimana ia dikelola dan dijalankan. Itu sebabnya proses pemilihan mitra ini kami jalankan secara transparan dan profesional,” tambah Annang.
IAS: Bukan Sekadar Operator, tapi Katalisator
Sementara itu, Dendi Danianto, Direktur Utama IAS, memastikan pihaknya akan membawa pengalaman terbaik dalam pengelolaan layanan penerbangan dan logistik untuk mempercepat transformasi Hang Nadim sebagai gerbang kargo internasional.
“IAS siap mengoptimalkan potensi strategis Bandara Hang Nadim. Kami akan membangun sistem operasional dan keamanan yang mengacu pada standar internasional,” tegas Dendi.
Kerja sama ini mencakup banyak hal: mulai dari peningkatan infrastruktur digital, tata kelola operasional, hingga sistem kepabeanan dan keamanan barang. Semua dilakukan sebagai bagian dari misi besar InJourney Group untuk memperkuat konektivitas dan pertumbuhan sektor aviasi nasional.
Lebih dari Sekadar Terminal
Bandara Hang Nadim tak hanya menjadi persinggahan pesawat, tetapi kini juga menjadi titik tolak kebangkitan logistik Indonesia. Dengan kerja sama ini, bukan tidak mungkin suatu hari Batam akan disebut-sebut sebagai ‘pintu gerbang kargo ASEAN’.
Dan bagi para pekerja kargo, operator bandara, hingga para pengusaha lokal, terminal ini bukan hanya bangunan baru—melainkan simbol harapan, bahwa logistik Indonesia bisa bergerak lebih cepat, lebih kuat, dan lebih luas dari sebelumnya.***








