Investor Lokal di Batam Kian Kuat, PMDN Capai Rekor Rp54,47 Triliun

Investasi dari investor lokal di Batam terus meningkat, mencapai Rp54,47 triliun hingga triwulan III 2025. Kenaikan ini menandakan kepercayaan dan kekuatan baru pelaku usaha dalam negeri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Batam.
Investasi dari investor lokal di Batam terus meningkat, mencapai Rp54,47 triliun hingga triwulan III 2025. Kenaikan ini menandakan kepercayaan dan kekuatan baru pelaku usaha dalam negeri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Batam.

BATAMCLICK.COM: Batam terus menunjukkan daya tariknya sebagai magnet investasi nasional. Tidak hanya bagi investor asing, tetapi juga bagi pelaku usaha dalam negeri. Peningkatan signifikan investor lokal di Batam kini menjadi bukti nyata bahwa kemampuan dan kepercayaan diri pengusaha Indonesia semakin kokoh dalam menanamkan modal di kota industri tersebut.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa tren kenaikan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah. “Kalau PMDN meningkat, itu artinya pelaku usaha dalam negeri sudah punya kemampuan untuk berinvestasi di berbagai sektor,” ujarnya di Batam, Senin (10/11/2025).

Lonjakan Investasi Lokal Dorong Ekonomi Daerah

Berdasarkan data BP Batam, realisasi investasi hingga triwulan III tahun 2025 mencapai Rp54,47 triliun, atau 91 persen dari target Rp60 triliun. Dari jumlah tersebut, porsi investasi lokal menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 40,6 persen total investasi di triwulan II berasal dari dalam negeri.

Tak hanya itu, laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) juga mencatat realisasi investasi Batam sebesar Rp15,48 triliun pada triwulan III, melonjak 123,3 persen daripada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Amsakar, tren positif ini mencerminkan bahwa investor lokal kini semakin percaya pada stabilitas iklim investasi di Batam. “Baik PMA maupun PMDN, keduanya sama-sama memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Batam Tak Hanya Milik Investor Asing

Meski BP Batam memiliki mandat besar dalam menarik Penanaman Modal Asing (PMA). Amsakar menegaskan bahwa peningkatan PMDN justru memperkuat fondasi ekonomi lokal. Ia menilai, investasi dari pelaku usaha dalam negeri menciptakan keseimbangan ekonomi dan memperkuat daya tahan daerah terhadap dinamika global.

“Ketika pelaku usaha lokal tumbuh, maka ekosistem investasi akan semakin kuat. Kita tidak hanya bergantung pada investor asing,” tuturnya.

Amsakar juga menepis anggapan bahwa penyebab menurunnya investasi asing karena penutupan beberapa kantor cabang BP Batam di luar negeri. Menurutnya, promosi investasi tidak hanya bergantung pada kehadiran fisik kantor.

“Soal kantor cabang di luar negeri, tidak ada masalah. Sekarang komunikasi terbuka luas, promosi bisa melalui multiplatform. Kantor hanyalah salah satu pintu, dan kita punya banyak cara untuk memperkenalkan potensi Batam,” ujarnya.

Batam di Jalur Tepat Membangun Kemandirian Investasi

Peningkatan investor lokal di Batam menjadi tanda bahwa kota ini telah memasuki babak baru dalam pembangunan ekonominya. Tidak lagi hanya menjadi destinasi investasi asing. Batam kini berkembang sebagai pusat kekuatan ekonomi nasional yang ditopang oleh pelaku usaha dalam negeri.

Dengan kemudahan perizinan, dukungan infrastruktur, dan kepastian hukum yang terus diperkuat, Batam kian siap menjadi simbol kemandirian ekonomi daerah. “Kami ingin Batam menjadi rumah bagi semua investor, baik dari luar maupun dari dalam negeri,” pungkas Amsakar optimis.