BATAMCLICK.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan fasilitas bebas visa kunjungan bagi 20 destinasi pariwisata terbaik di Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Langkah ini diambil untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan memperkuat sektor pariwisata nasional.
Pengumuman ini disampaikan oleh Sandiaga Uno setelah memberikan Workshop Kata Kreatif di Restoran Sei Nam, Tanjungpinang, Minggu (4/8/2024) sore. “Pembahasan mengenai bebas visa kunjungan telah selesai dilakukan oleh Kemenparekraf dan sudah diserahkan kepada Kemenkumham RI,” ungkap Sandiaga.

Kepri menjadi salah satu destinasi yang diharapkan akan merasakan dampak positif dari kebijakan ini. Namun, Sandiaga mencatat bahwa Kepri masih belum mencapai target kunjungan wisatawan yang telah ditetapkan. “Per hari ini, Kepri belum mencapai target, dari target 2 juta kunjungan, baru tercapai 700 ribu saja,” jelasnya.
Menjelang akhir masa jabatannya pada bulan Oktober mendatang, Sandiaga fokus menyelesaikan tugas-tugas terakhirnya, termasuk program-program unggulan di Kepri seperti di Natuna, Batam, dan Tanjungpinang. “Program-program ini harus dilanjutkan agar Kepri bisa menjadi pemenang,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti, memberikan tanggapan positif terkait fasilitas bebas visa ini. Menurutnya, kebijakan ini akan menjadi katalis yang kuat untuk memperkuat daya saing Kepri sebagai destinasi wisata unggulan. “Dengan fasilitas bebas visa ini, kami optimis dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan menempatkan Kepri di peta pariwisata dunia,” kata Guntur.
Kepri saat ini menduduki posisi ketiga sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara di Indonesia, dan Sandiaga berharap kebijakan bebas visa ini dapat memperkuat peran Kepri sebagai gerbang utama wisatawan internasional.
Program bebas visa ini tidak hanya diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata global yang menarik dan kompetitif.(Advertorial)








