Dapur MBG di Karimun Kembali Beroperasi

Dapur MBG di Karimun kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat kasus keracunan. BGN memastikan dapur Sungai Lakam memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan untuk ribuan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Batu Hitam, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menggunakan beras premium untuk nasi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BATAMCLICK.COM: Setelah dua bulan sunyi tanpa aroma masakan bergizi, Dapur MBG di Karimun akhirnya kembali mengepul. Suara dentingan panci dan hiruk-pikuk para petugas dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Lakam, Kabupaten Karimun, kembali terdengar sejak Kamis (6/11/2025).

Kabar kembalinya dapur ini oleh Kepala Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda. Ia yang memastikan SPPG Sungai Lakam telah mendapat izin resmi untuk beroperasi kembali setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan evaluasi ketat.

“SPPG Sungai Lakam yang sempat kita hentikan pada September lalu sudah mulai beroperasi kembali. Surat perintah pengaktifan operasionalnya telah terbit,” ujar Anas, Sabtu (9/11/2025).

Dapur Besar untuk Ribuan Penerima Manfaat

SPPG Sungai Lakam terkenal sebagai salah satu dapur penyedia makanan terbesar di Kabupaten Karimun. Setiap harinya, dapur ini menyiapkan menu bergizi bagi hampir 4.000 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tidak heran jika BGN memberi perhatian khusus terhadap dapur ini. Setiap proses — mulai dari penyimpanan bahan, pengolahan, hingga penyajian makanan — kini mendapat pengawasan ketat.

“Setelah insiden sebelumnya, kami mewajibkan pengelola meningkatkan kehati-hatian dan memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan benar-benar memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan,” jelas Anas.

BGN, lanjutnya, juga melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap pengelola dapur agar kesalahan serupa tidak terulang.

Belajar dari Kasus Keracunan

Sebelumnya, kegiatan SPPG Sungai Lakam sempat dihentikan sementara pada September 2025. Penghentian ini setelah muncul laporan kasus keracunan yang menimpa sejumlah penerima manfaat. Insiden itu memicu evaluasi besar-besaran terhadap seluruh dapur pelaksana program MBG di Kabupaten Karimun.

Tak hanya Sungai Lakam, SPPG Sungai Raya di Kecamatan Meral juga ikut berhenti operasionalnya karena kasus serupa. Namun, hingga kini dapur tersebut masih dalam proses evaluasi dan belum mendapat izin untuk beroperasi kembali.

“Untuk SPPG Sungai Raya, surat keputusan pengoperasian belum keluar,” tegas Anas.

BGN Perketat Pengawasan Program MBG

Langkah evaluasi ini menjadi bukti komitmen BGN untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyasar kelompok masyarakat rentan gizi, termasuk anak-anak sekolah dan warga dengan kondisi ekonomi rendah.

Anas menegaskan, BGN tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memastikan setiap porsi makanan aman dan layak konsumsi.

“Kami tidak ingin ada kejadian serupa di masa mendatang. Karena itu, setiap dapur MBG harus menjalankan standar keamanan pangan dengan disiplin tinggi,” ujarnya.

Harapan Baru untuk Penerima Manfaat

Dengan beroperasinya kembali Dapur MBG di Sungai Lakam, ribuan penerima manfaat kini bisa kembali menikmati sajian bergizi setiap hari. Menu makanan yang mereka sajikan pun mendapat pengawasan ketat, mulai dari pemilihan bahan hingga cara penyajian.

Bagi warga Sungai Lakam, dapur ini bukan sekadar tempat memasak, melainkan sumber harapan bagi banyak keluarga yang membutuhkan asupan gizi seimbang. Kembalinya aktivitas di dapur itu membawa semangat baru untuk mendukung kesehatan masyarakat di Karimun.

Langkah Tegas, Demi Kualitas yang Terjaga

BGN menegaskan, setiap dapur MBG di Kepulauan Riau akan terus diawasi secara berkala. Pemeriksaan acak, pembinaan petugas dapur, hingga pengecekan sampel makanan menjadi rutinitas yang kini wajib dilakukan.

“Evaluasi bukan untuk menghukum, melainkan untuk memastikan seluruh dapur MBG berjalan sesuai standar nasional,” tutur Anas.

Dengan demikian, kembalinya Dapur MBG di Karimun menjadi simbol keberlanjutan program gizi nasional yang tak hanya fokus memberi makan, tetapi juga memastikan setiap porsi membawa kesehatan, bukan risiko.