BATAMCLICK.COM: Jejak berobat ke Johor menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah. Bagi dirinya, perjalanan itu bukan sekadar mencari kesembuhan, melainkan juga menghadirkan cerita tentang kebersamaan keluarga, harapan, dan semangat yang tak pernah padam.
Sejak era 1990-an, Firmansyah dan keluarganya sudah menjadi pasien di jaringan rumah sakit KPJ Healthcare, khususnya di KPJ Johor Specialist Hospital yang juga dikenal dengan KPJ Abdul Samad (karena letaknya di jalan Abdul Samad). Di tempat itulah orang tuanya, yang kini telah almarhum, pernah menjalani perawatan.
Kini, rutinitas itu berlanjut. Istrinya tercatat sebagai pasien tetap dan secara disiplin melakukan kontrol kesehatan setiap enam bulan, termasuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Setiap perjalanan selalu dimulai sejak pagi. Menyeberang ke Johor Bahru, menjalani pemeriksaan, lalu kembali ke Batam pada sore hari. Ritme sederhana ini justru menghadirkan rasa tenang, karena seluruh proses berjalan cepat, pasti, dan tanpa kerumitan.
Pelayanan Cepat yang Membawa Rasa Tenang
Firmansyah mengaku, kemudahan layanan menjadi alasan utama masyarakat Kepulauan Riau memilih berobat ke luar negeri, khususnya Johor Bahru. Selain KPJ Abdul Samad, masyarakat juga kerap menuju KPJ Puteri Specialist Hospital yang dikenal memiliki layanan spesialis lengkap.
Ia merasakan langsung bagaimana sistem pelayanan yang efisien mampu memberikan kepastian bagi pasien. Mulai dari pendaftaran, konsultasi, hingga tindakan medis, semua berjalan terstruktur.
Berangkat pagi dan kembali di hari yang sama bukan lagi hal yang sulit. Justru di situlah letak kenyamanan yang dirasakan pasien—tidak ada kebingungan, tidak ada proses berbelit.
Pengalaman ini yang kemudian menumbuhkan harapan dalam dirinya, agar pelayanan serupa dapat diterapkan di Batam.
Ujian Berat Tahun 2012: Dari Cemas Menjadi Harapan
Pengalaman paling membekas terjadi pada tahun 2012. Saat itu, kakak tertua Firmansyah harus menjalani operasi pengangkatan batu empedu. Awalnya, kondisi tersebut tergolong ringan, namun kesalahan penanganan membuat situasi menjadi serius.
Dalam kondisi penuh kecemasan, keluarga memutuskan membawa sang kakak ke KPJ Abdul Samad.
Di luar dugaan, pihak rumah sakit justru menunjukkan profesionalisme tinggi. Mereka secara terbuka menyampaikan bahwa kasus tersebut tidak dapat ditangani di sana. Tanpa menunda, pasien langsung dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap di Kuala Lumpur.
Yang membuat Firmansyah terkesan, seluruh proses rujukan ditangani langsung oleh pihak rumah sakit. Keluarga tidak perlu mengurus administrasi tambahan. Bahkan, kakaknya langsung diberangkatkan menggunakan ambulans dan setibanya di Kuala Lumpur, penanganan medis segera dilakukan.
Perjalanan panjang itu akhirnya berbuah manis. Sang kakak berhasil pulih dan hingga kini hidup sehat.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kecepatan, kejujuran, dan koordinasi dalam pelayanan kesehatan.
Belajar dari Negeri Jiran, Membangun di Negeri Sendiri
Firmansyah tidak menampik bahwa masyarakat Sumatera memiliki kecenderungan berobat ke Malaysia. Warga Kepulauan Riau banyak menuju Johor Bahru, sementara daerah lain seperti Sumatera Utara memilih Penang, dan sebagian masyarakat Riau daratan menuju Malaka.
Fenomena ini, menurutnya, menjadi cerminan bahwa pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas tinggi sangat dibutuhkan.
Ia menegaskan bahwa tenaga medis di Batam sebenarnya memiliki kompetensi yang baik. Namun, keterbatasan alat medis dan sistem pelayanan masih menjadi tantangan.
Karena itu, ia berharap rumah sakit di bawah KPJ Healthcare tidak hanya menarik pasien, tetapi juga berbagi pengetahuan dengan tenaga kesehatan di Batam.
“Transfer knowledge menjadi kunci agar kualitas layanan kesehatan di daerah bisa terus meningkat,” menjadi semangat yang ia dorong.
Menjemput Masa Depan Layanan Kesehatan Batam
Harapan itu kini mulai diarahkan pada langkah konkret. Pemerintah tengah mendorong pembangunan kawasan ekonomi khusus di bidang kesehatan di Sekupang.
Rencana tersebut mencakup pembangunan rumah sakit bertaraf internasional melalui kolaborasi dengan pihak global, sebagai upaya menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.
Bagi Firmansyah, kehadiran fasilitas tersebut bukan untuk menyaingi rumah sakit luar negeri, melainkan untuk memberikan pilihan yang lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat Batam.
Dari Pengalaman Pribadi Menuju Perubahan
Bagi Firmansyah, setiap perjalanan ke Johor menyimpan makna yang dalam. Ada cerita tentang orang tua, tentang perjuangan menyelamatkan keluarga, tentang kecemasan yang berubah menjadi harapan.
Namun lebih dari itu, ada tekad yang terus tumbuh—bahwa suatu hari nanti, masyarakat Batam tidak perlu lagi menyeberang jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik.
Ia percaya, dengan kemauan belajar dan semangat pantang menyerah, Batam mampu mewujudkan layanan kesehatan yang setara, bahkan lebih baik.
Dan dari perjalanan panjang itu, satu hal yang pasti: harapan selalu menemukan jalannya.(bos)








