Langkah Suci Menuju Arafah, Doa dan Harapan Jamaah Haji Indonesia

Bismillah……

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Alhamdulilah…Segala puji bagi Allah SWT ,Salawat & Salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

Insyaa Allah saya beserta istri akan melaksanakan Rangkaian Ibadah Haji hari ini..

Mohon di Maafkan segala Salah dan Khilaf, sengaja/tidak sengaja & di Ikhlaskan semua yg mengganjal di hati selama ini..

Do’akan kami, semoga Allah SWT memberikan ketenangan beribadah, kemudahan, kesehatan, kelancaran serta mendapatkan Haji yg Mabrur/Mabrurah.

BATAMCLICK.COM: Demikian lah pesan singkat yang dikirimkan seorang teman yang sedang menjalankan ibdah haji d Tanah Suci Mekah, ya di kota Makkah yang selalu ramai dengan doa dan dzikir, ribuan jamaah haji Indonesia hari ini memulai perjalanan menuju Padang Arafah. Pagi masih menyisakan kesejukan, namun hati mereka telah bersiap menjemput puncak ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi: wukuf di Arafah.

Sejak Rabu pagi, 221 ribu jamaah Indonesia diberangkatkan dari penginapan mereka secara bertahap. Suasana haru menyelimuti para jamaah yang bergegas naik ke bus-bus yang sudah siap di depan hotel. Armada ini teratur membawa mereka dari kawasan Raudhah, Misfalah, hingga Aziziyah, demi memastikan perjalanan berlangsung lancar dan aman.

Wartawan ANTARA yang berada di Makkah menuturkan, petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tampak sibuk mengatur keberangkatan setiap rombongan. Mereka berjalan berdampingan dengan para jamaah, menenangkan yang gelisah, membantu yang renta, dan memastikan semua tiba di Arafah sebelum wukuf dimulai pada 9 Zulhijah.

Wukuf di Arafah menjadi momen sakral yang selalu dinanti setiap muslim. Sejak matahari tergelincir hingga terbenam, jamaah akan berkumpul di tenda-tenda berpendingin, larut dalam lantunan doa yang tak putus. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, beberapa waktu lalu berpesan kepada para jamaah agar benar-benar memanfaatkan waktu wukuf. “Ini adalah saat paling mustajab untuk berdoa. Gunakan untuk memohon ampunan, keselamatan keluarga, bangsa, dan umat manusia,” ujarnya penuh haru.

Tak semua jamaah mampu berjalan bersama rombongan. Bagi para lansia, mereka yang sakit, atau berkebutuhan khusus, telah disiapkan armada safari wukuf yang nyaman. Petugas kesehatan pun sigap mendampingi dan memastikan mereka tetap dapat merasakan pengalaman spiritual yang penuh makna di Arafah.

Perjalanan ke Arafah menandai dimulainya puncak ibadah haji. Setelah wukuf, jamaah akan bergeser ke Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan kerikil, lalu melanjutkan lontar jumrah di Mina. Ini bukan hanya ritual, tapi juga perjalanan jiwa—menyempurnakan rukun iman dan merajut harapan untuk menjadi haji mabrur.

Di setiap langkah para jamaah, terpancar semangat dan keikhlasan. Dari deru bus yang perlahan menyusuri jalan Makkah, hingga lantunan doa yang tak pernah putus, semua menjadi bagian dari kisah suci di Tanah Haram.

Sumber: Antara