(DARI PERJALANAN COVID 19 DI BATAM) Sempat Babak Belur Dihajar, Kini Batam Kembali Bangkit

BATAMCLICK.COM: Bertempat di halaman Kantor Walikota Batam, Kamis 19 Maret 2020 merupakan sejarah Corona Virus Disease 19 (Covid 19), pertama kali dinyatakan positif sudah masuk ke Batam.

Petang itu, sekitar pukul 17.17 WIB, Walikota Batam, HM Rudi, didampingi oleh Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr Didi Kusmarjasi SPoG mengumumkan identitas dan riwayat pasien pertama itu.

Ia adalah seorang wanita separuh baya, yang kala itu baru saja menyelesaikan perjalanan ibadah dari luar kota, Jakarta-Bogor-Batam, pada 3 Maret 2020.

Sesampai di Batam, wanita yang sehari-hari beraktifitas sebagai Pendeta Jamaat Gereja di Sagulung, Batam ini, mengalami demam tinggi.

Demamnya sempat turun dan membaik, hingga akhirnya kembali meninggi dan tak sadarkan diri pada 17 Maret 2020.

Dari gejala dan ciri-ciri yang ditunjukkan, ditambah dengan hasil SWAB tenggorokan dan hidung, akhirnya pada 19 Maret 2020, wanita itu resmi dinyatakan sebagai pasien positif covid 19 yang pertama di Kota Batam.

Pendeta wanita itu tak mampu menahan ganasnya virus corona yang ada di tubuhnya. Menjelang malam, pada tanggal 22 Maret 2020, ia menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Embung Fatimah Batam.

“Iya, kita turut berduka, pasien covid 19 pertama Batam sudah meninggal,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr Didi Kusmarjasi SPoG kala itu pada Batamclick.com.

Selang sehari setelah pendeta wanita itu dinyatakan meninggal, pada 23 Maret 2020, Walikota Batam kembali mengumumkan satu lagi warganya terkonfirmasi positif covid 19.

Dia adalah seorang pria yang sehari-hari berkerja sebagai manager di perusahaan perkapalan di Batam.

Pria berusia 47 tahun ini juga baru saja selesai mengikuti perjalanan dinas dari perusahaannya ke Jakarta.

Setelah demam 3 hari tak kunjung mereda, ia lalu dirawat di RSUD Embung Fatimah dan dinyatakan positif covid 19 pada 23 Maret 2020.

Ia juga tak kuasa melawan ganasnya virus corona itu, hingga akhirnya menghembuskan nafasterakhir pada 30 Maret 2020.

Ia pasien positif kedua Batam yang meninggal akibat brutalnya corona.

Ada lagi seorang guru sekolah swasta di Batam. Ia menajdi pasien ketiga covid 19 Batam, dan juga harus meregang nyawa di Rumah sakit RS Elizabeth Batam.

Tiga kasus pertama berujung dengan maut, membuat Warga Batam sempat gugup, getar dan bingung menghadapi corona virus ini.

BACA JUGA:   Madrid Vs Eibar , El Real Menang 2-0

Corona terus menunjukkan taringnya, dari satu-satu, kini kasus itu sudah melebar hingga menjadi cluster.

Cluster ASN Pemko Batam yang membuat gempar pertama kali.

Lagi-lagi berawal dari perjalanan dinas sejumlah pegawai kantor BP2RD Kota Batam.

Cluster ini semakin besar dan mebesar hingga sejumlah anggota cluster ini meninggal dunia.

Belum selesai cluster ASN, muncul cluster jamaah India, lalu Cluster Polisi, Cluster Seraya, Cluster Dona dan puluhan cluster lainnya.

Batam Lumpuh

Kantor-kantor diliburkan, sekolah diliburkan, tempat ibadah diminta untuk menggelar ibadah secara terbatas, tempat hiburan tutup, hingga puasa dan lebaran pun hening.

Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November 2020, kasusu positif covid 19 di Batam terus meningkat.

Masuk Desember 2020 mulai melandai. Angka yang sebelumnya hingga 1800-an orang terpapar covid 19, kini menurun menjadi tinggal 800-an orang saja.

Angka ini terus menurut hingga Maret 2021 dengan jumlah terkonfirmasi pada bulan itu hanya 273 orang.

Bum… April angka covid 19 kembali naik, jumlahnya langsung meroket hingga 1109 orang, bulan berikutnya meningkat menjadi 1988 orang yang terkonfirmasi positif baru sepanjang April 2021.

Nah, angka ini meningkat 3 kali lipat di bulan mei 2021. Dari 1988 meningkat menjadi 4342 kasus bari di bulan Mei 2021.

Lagi-lagi mudik dibatalkan, karena semua penerbangan dilarang untuk beroperasi, keculai untuk situasi darurat.

Juni, meski semua kegiatan semapat ditahan, namun angkanya luar biasa tinggi.

Sepanjang Juni tercatat 4342 warga Batam yang terkonfirmasi covid 19.

Kondisi ini membuat sejumlah rumah sakit mulai ketar-ketir, karena persediaan ruang rasawat sangat-sangat terbatas, apalagi fasilitas seperti fentilator dan Oksigen.

Ketersediaan Ruang Rawat Terancam

Memasuki Juli 2021, pasien covid 19 semakin menggila. Jumlahnya terus bertambah. Rata-rata sehari ada 300 warga Batam yang dinyatakan positif covid 19, atau 9651 orang dinyatakan positif pada bulan itu.

Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya harus menjalani perawatan di rumah sakit, selebihnya menjalani karantina di Asrama Haji, dan sejumlah rusun di Batam serta karantina atau isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Pemerintah juga sudah menyiapkan Sport Hall Temenggung Abdul Jamal sebagai tempat karantina, jika situasi darurat.

BACA JUGA:    PT CDN Mengulas Beberapa Fitur Terbaru Pada Motor Listrik Honda

Bahkan sejumlah kapal perang dan kapal Pelni juga standby untuk tempat karantina terapung di Batam.

Sementara ruang perawatan di rumah-rumah sakit semakin terbatas.

Hampir semua rumah sakit mendirikan tenda darurat untuk penanganan pertama terhadap pasien-pasien yang datang.

Mengantisipasi terjadinya lost penanganan, sejumlah rumah sakit mengubah fungsikan ruangan perawatan biasa menjadi ruang isolasi.

Mereka pun tak segan-segan untuk membeli fentilator dan mendirikan tabung oksigen raksasa sebagai upaya penyelamatan warga Batam dari covid 19.

Mulai Membaik

Bersyukur kondisi itu hanya berlangsung 2 bulan, Juni dan Juli, masuk Agustus, situasi kesehatan warga Batam mulai membaik.

Sepanjang Agustus tercatat 2286 warga Batam terpapar covid 19. Angka ini turun lebih dari 4 kali lipat.

September jumlah kasus baru covid 19 di Batam benar-benar ngedrop, hanya tinggal 286 dan diawal oktober 2021 baru 4 kasus dilaporkan.

Pemerintah Kota Batam, dianggap mampu menekan loncakan kasus covid 19.

Kini hanya tinggal 1 kecamatan saja di Batam yang masih berwarna pink yakni Batam Kota, 5 kecamatan berwarna Kuning, Batuaji, Sagulung, Sei Beduk dan Sekupang, dan Lubukbaja, sedang kecamatan lainnya, seperti Belakang Padang, Bengkong, Batuampar, Bulang, Galang dan Nongsa sudah berwarna hijau atau bebas dari pasien covid 19.

Walikota Batam, HM Rudi mengucapkan terima kasih kepada warga Batam yang sudah dengan sabar mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap berada d rumah demi menekan pertambahan angka covid 19.

Rudi juga tak bosan-bosannya mengingatkan semua masyarakat Batam unutuk terus menegakkan protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan tetap di rumah jika tidak memiliki kegiatan yang mendesak di luar rumah.

“Ini harus terus kita jalankan, agar Batam benar-benar bebas dari covid 19, agar roda perekonmian kita kembali bergerak, warga Batam kembali sejahtera, mudah mencari nafkah dan sehat semua,” ujar Rudi.

Sekolah Kembali Dibuka

Sejak pertengahan September lalu, sekolah-sekolah yang sudah satu tahun lebih di liburkan kembali dibuka.

Walikota Batam dengan resmi telah mengizinkan kegiatan pembelajaran tatap muka itu.

Izin ini diberikan setelah hampir 100 persen orang tua siswa membuat pernyataan menyetujui sekolah tatap muka dengan membubuhkan tandatangan pada surat persetujuan yang diberikan materai 10 ribu.

Selain itu dan yang paling penting, kegiatan belajar-mengajar tatap muka secara langsung ini, dilaksanakan secara bergilir, dengan kapasitas per harinya hanya 50 persen dari siswa didik, dan anak-anak yang sudah divaksin saja yang boleh mengikuti belajar tatap muka. Sedangkan yang belum divaksin minimal vaksin pertama, tidak dibenarkan, kecuali mereka yang memang memiliki riwayat penyakit sehingga tak bisa divaksin.

BACA JUGA:   Babinsa Tamansari Turut Serta Berperan di RTLH Memiliki Tugas Multi Fungsi

Mal dan pusat perbelanjaan juga sudah kembali beroperai seperti biasa. Namun hanay pengunjung yang sudah di vaksin saja yang diperbolehkan masuk ke mal.

Bahkan Walikot batam juga telah mebgizinkan sejumlah kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang ramai untuk diselenggarakan.

“Yang penting terapkan protokol kesehatan, kalau bandel tidak kita kasih izin,” tegasnya.

Vaksin Tak Kendor

Keberhasilan Pemerintah Kota Batam dalam menekan angka covid 19 di Batam ini tentu tak terlepas dari upaya bersama-sama yang dilakukan oleh semua elemen masyarakat Kota Batam.

Salah satunya dengan pelaksanaan vaksin covid 19 yang diselenggarakan oleh pihak Kepolisian, TNI, institusi-institusi lain baik negeri maupun swasta dalam memberikan vaksin gratis bagi seluruh warga Batam.

Sejak Februari 2021 vaksin di Batam sudah digencarkan, dimulai dari tenaga medis, petuga yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat dalam tugasnya, lalu ASN hingga ke masyarakat luas.

Data hari ini yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Batam, menyatakan sudah 907.317 warga Batam yang divaksin.

Mereka adalah, golongan usia 18 tahun ke atas sebanyak 789.451 orang dan usia 12 hingga 18 tahun sebanyak 117.866 orang.

Kepala Dina Kota Batam menyatakan pihaknya tidak akan berhenti samapai di sini, karena masih ada sekitar 160 ribu orang lagi warga Batam yang belum divaksin. Mereka berusia 18 keatas sebanyak 140 ribu orang dan yang berusia 12-18 tahun sekitar 20 ribu orang lagi.(bos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *