Ketika Kerajaan Arab Saudi Mempersingkat Jaran Antara Adzan dan Iqomah

BATAMCLICK.COM: Di tengah lautan manusia yang memadati Kota Makkah selama musim haji, ada satu hal kecil yang diam-diam membawa dampak besar bagi kenyamanan ibadah para jemaah: waktu tunggu antara adzan dan iqamah.

Tak banyak yang menyadari, tetapi bagi jutaan jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia, berdiri menanti iqamah di bawah terik matahari atau udara malam yang padat bisa menjadi ujian tersendiri. Dan karena itulah, tahun ini, Kerajaan Arab Saudi memberi sentuhan perubahan yang penuh perhatian.

Melalui arahan langsung dari Sheikh Dr. Abdullatif Al Alsheikh, Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan yang juga Ketua Komite Tertinggi Urusan Haji, Umrah, dan Ziarah, pemerintah Arab Saudi meminta seluruh imam dan muazin di wilayah Makkah Pusat untuk memperpendek waktu tunggu antara adzan dan iqamah.

Kebijakan ini diberlakukan di masjid-masjid yang berada di jantung Kota Makkah, terutama yang sering dikunjungi para jemaah dan berada dekat dengan area suci. Arahan tersebut disampaikan langsung ke kantor cabang kementerian di wilayah Makkah dan disiarkan oleh Saudi Press Agency (SPA) pada Senin.

Kini, waktu tunggu salat diatur lebih ringkas:

  • Salat Subuh: 15 menit
  • Salat Zuhur dan Asar: 10 menit
  • Salat Magrib: 5 menit
  • Salat Isya: 10 menit

Tujuannya jelas: memudahkan jemaah dalam menjalankan ibadah mereka dengan nyaman dan khusyuk, serta membantu mengurangi kepadatan di masjid dan area sekitar tempat suci.

Bagi sebagian orang, pengurangan waktu tunggu ini mungkin terdengar sepele. Tapi bagi seorang lansia yang menempuh ribuan kilometer untuk mencium aroma Tanah Haram, atau bagi jemaah yang berjalan tertatih menuju masjid, setiap menit yang dihemat adalah nikmat yang besar.

Arab Saudi telah lama menunjukkan komitmennya dalam melayani jemaah haji. Dan kali ini, kebijakan sederhana ini menjadi bukti bahwa di balik megahnya pelaksanaan ibadah haji, ada sentuhan kemanusiaan yang sangat nyata—sentuhan yang memahami bahwa ibadah yang khusyuk, adalah ibadah yang manusiawi.

Sumber: Antara