Batamclick.com,
Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua menyebutkan bahwa Exchange Traded Fund (ETF) Emas dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang menarik saat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna A. Payokwa, di Jayapura, Rabu, mengatakan untuk itu pada kondisi tersebut investor Papua sebaiknya tidak bereaksi berlebihan.
“Namun penting kembali pada prinsip dasar investasi, yaitu diversifikasi dan penyesuaian dengan tujuan keuangan serta profil risiko masing-masing,” katanya.
Menurut Kresna, sejumlah instrumen yang dapat dipertimbangkan bagi investor Papua antara lain saham perusahaan dengan pendapatan berbasis dolar AS atau berorientasi ekspor, Surat Berharga Negara (SBN), obligasi, serta reksa dana pasar uang yang relatif lebih stabil bagi investor konservatif hingga moderat.
“Selain itu juga emas dinilai tetap menjadi instrumen yang banyak diminati saat terjadi ketidakpastian ekonomi,” ujarnya.
Dia menjelaskan dan berdasarkan data di mana harga emas global masih mencatatkan kenaikan sekitar 12,27 persen sejak awal 2026.
“Untuk itu bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas, kini tidak hanya membeli emas fisik, tetapi juga dapat memanfaatkan produk pasar modal berupa ETF emas yang diperdagangkan di bursa,” katanya
Dia menambahkan ETF yang diperdagangkan pada bursa tersebut memiliki aset dasar berupa emas dan dapat diperjualbelikan layaknya saham di Bursa Efek Indonesia.
“Oleh sebab itu investor dapat memperoleh ekspor terhadap pergerakan harga emas tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung. Dengan begitu produk ini memberikan kemudahan karena dapat dibeli melalui rekening saham, harga transparan selama jam perdagangan bursa, serta menjadi salah satu alternatif diversifikasi portofolio investasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya mengimbau masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan kepanikan sesaat.
“Volatilitas pasar adalah bagian dari investasi yang terpenting adalah memiliki tujuan investasi yang jelas, melakukan diversifikasi, dan memilih instrumen sesuai profil risiko,” katanya.
Sumber, Antara









