BI Kepri soroti pentingnya konsumsi rumah tangga jaga laju ekonomi

Batamclick.com,
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyoroti pentingnya peningkatan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto mengatakan pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Kepri tercatat sebesar 7,04 persen, sementara pertumbuhan konsumsi rumah tangga berada di angka 4,62 persen.

“Secara nasional pertumbuhan ekonomi itu salah satu faktor pentingnya adalah konsumsi rumah tangga. Di Kepri pertumbuhan ekonominya 7,04 persen, sementara konsumsi rumah tangganya 4,62 persen jadi masih ada gap. Ini menjadi faktor penting bagaimana konsumsi rumah tangga bisa ditingkatkan,” kata Rony di Batam, Kamis.

Menurut dia, lapangan usaha industri pengolahan masih menjadi penggerak utama ekonomi Kepri dengan kontribusi 41,5 persen terhadap struktur ekonomi Kepri, dengan andil 3,14 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat melalui peningkatan daya beli dan konsumsi rumah tangga.

“Masih terdapat gap atau kesenjangan yang cukup signifikan antara pertumbuhan ekonomi dengan konsumsi rumah tangga,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan upaya untuk memperluas penyerapan tenaga kerja dan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri relatif tinggi dibanding banyak provinsi lain. Ini menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan produksi dan penjualan. Kalau UMKM berkembang, kesempatan kerja bertambah dan pada akhirnya konsumsi rumah tangga juga meningkat,” ujar dia.

Rony menjelaskan konsumsi rumah tangga yang kuat akan menjadi penopang tambahan bagi pertumbuhan ekonomi selain investasi dan ekspor yang selama ini menjadi motor utama ekonomi Kepri.

BI Kepri menilai optimalisasi manfaat pertumbuhan sektor industri melalui penguatan UMKM dan peningkatan daya beli masyarakat menjadi salah satu strategi penting.

“Kepri sudah bagus karena ditopang industri, tinggal bagaimana cara agar UMKM ikut bertumbuh, misal dengan catering bagi perindustrian dan lainnya,” katanya.

Sumber, Antara