TANJUNGPINANG – Proses relokasi pedagang dan pelaku UMKM yang selama ini beraktivitas di kawasan Taman Gurindam 12 mulai berjalan sesuai rencana. Setelah dua kali sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H., ratusan pedagang mengikuti pencabutan undian lokasi baru dengan tertib dan lancar di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Barat, Senin (22/6/2026).
Pemerintah Kota Tanjungpinang telah menyiapkan tiga lokasi relokasi, yakni Melayu Square, Anjung Cahaya, dan Tanah Merah.
Selain menyediakan tenda usaha, pemerintah juga akan memfasilitasi pemindahan kontainer milik pelaku UMKM ke lokasi yang telah ditentukan melalui mekanisme undian.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dengan nyaman karena pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung.
Selama menempati lokasi relokasi, pedagang dan pelaku UMKM akan mendapatkan layanan listrik, air bersih, kebersihan, serta keamanan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Untuk seluruh layanan tersebut, pedagang hanya dikenakan biaya Rp300 ribu per bulan. Sebelumnya banyak pedagang mengaku mengeluarkan biaya lebih dari Rp400 ribu. Alhamdulillah, proses pencabutan undian berjalan lancar dan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibangun selama sosialisasi,” ujar Teguh.
Persiapan Lokasi Dikebut
Pemerintah Kota Tanjungpinang kini memasuki tahap penyiapan lokasi relokasi. Berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pemasangan tenda hingga utilitas penunjang lainnya, tengah diselesaikan di ketiga titik relokasi.
BUMD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait ditargetkan menuntaskan pematangan lokasi pada Selasa (23/6/2026) dan Rabu (24/6/2026).
Dengan demikian, para pedagang dapat segera menempati lokasi baru tanpa mengganggu aktivitas usaha mereka.
Relokasi ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan lanjutan kawasan Taman Gurindam 12 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus memastikan roda perekonomian para pelaku UMKM tetap berputar.
Sosialisasi Dilakukan Secara Terbuka
Teguh juga menepis anggapan bahwa pemerintah tidak membangun komunikasi yang baik dengan para pedagang.
Menurutnya, seluruh rencana penataan kawasan dan relokasi telah disampaikan secara langsung oleh Wali Kota Lis Darmansyah kepada para pelaku UMKM.
Sosialisasi dan dialog dilakukan tanpa perantara sehingga para pedagang dapat mendengar langsung penjelasan pemerintah sekaligus menyampaikan masukan dan pertanyaan mereka.
“Tidak melalui perwakilan tertentu. Ratusan pedagang yang aktif berjualan di lokasi pembangunan hadir dan mendengar langsung pemaparan rencana penataan kawasan serta relokasi. Mereka juga menyampaikan persetujuan secara langsung. Karena itu, tidak tepat jika ada anggapan bahwa pemerintah tidak membangun komunikasi dengan para pelaku UMKM,” tegasnya.
Menjaga Ekonomi Tetap Bergerak
Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan bahwa keberlanjutan usaha para pedagang menjadi perhatian utama selama proses penataan kawasan berlangsung.
Karena itu, relokasi disiapkan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dan pendapatan pelaku UMKM tidak terganggu.
Di sisi lain, pemerintah juga mendukung upaya penataan wajah kota yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Penataan Taman Gurindam 12 diharapkan mampu menghadirkan kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Pemkot Tanjungpinang memahami pentingnya menjaga keberlangsungan usaha para pelaku UMKM. Pada saat yang sama, kami juga mendukung program penataan kota. Setelah kawasan ini selesai ditata, para pelaku UMKM tentu memiliki peluang untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas usahanya menjadi lebih baik,” tutup Teguh.(bos)









