16 Tenaga Sanitasi Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan, Dibuka Langsung Bupati Aneng

BATAMCLICK.COM, BATAM – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pengawasan Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko bagi Tenaga Sanitasi Lingkungan, yang digelar oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas di Golden View Hotel Batam, Rabu (3/6/2026).

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 16 peserta, terdiri dari 15 tenaga sanitasi lingkungan yang berasal dari seluruh puskesmas di Kabupaten Kepulauan Anambas serta satu peserta dari Dinkes PPKB Kabupaten Kepulauan Anambas.

Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat Kepulauan Anambas, Kepala BPOM Batam, Kepala Bapelkes Batam, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Kepulauan Anambas, Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, para narasumber serta peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Bupati Aneng menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, pangan siap saji yang tidak memenuhi standar keamanan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang dapat berdampak luas.

“Keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan dan pengelolaan makanan. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara optimal, sistematis dan berbasis risiko agar berbagai potensi bahaya dapat dicegah sejak dini,” tegas Aneng.

Ia menyebut tenaga sanitasi lingkungan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam melakukan pembinaan, pengawasan serta edukasi kepada para pelaku usaha pangan siap saji di tengah masyarakat.

“Bapak dan Ibu sekalian memiliki tugas penting untuk memastikan setiap makanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar higiene, sanitasi dan keamanan pangan. Peran ini sangat menentukan dalam upaya mencegah terjadinya penyakit akibat pangan yang tidak aman,” ujarnya.

Aneng berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi para tenaga sanitasi lingkungan sehingga dapat melaksanakan pengawasan keamanan pangan sesuai standar dan regulasi yang berlaku.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya tenaga sanitasi lingkungan yang bertugas di seluruh puskesmas.

“Melalui pelatihan ini, saya berharap tidak hanya terjadi peningkatan kapasitas peserta, tetapi juga terbangun koordinasi yang lebih kuat, saling berbagi pengalaman, dan semakin meningkatnya komitmen bersama dalam mewujudkan pangan siap saji yang aman, sehat dan layak konsumsi bagi masyarakat Anambas,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Aneng turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, di antaranya BPOM Batam, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau dan Bapelkes Batam.

“Terima kasih kepada para narasumber dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan ini. Saya berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di tempat tugas masing-masing sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Kepulauan Anambas menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan siap saji di wilayah Anambas.

Adapun narasumber yang hadir berasal dari BPOM Batam, yakni Therecy Elly Yana, S.Farm., Apt., serta dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Onella Mariska, ST., M.Eng. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Bapelkes Batam melalui Pengendali Mutu Pelatihan Yofhi Bachtiar, SKM., MPH., dan panitia Astried Yustika Rini, S.IP., MARS.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berharap kualitas pengawasan keamanan pangan siap saji semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat memperoleh makanan yang aman, sehat dan memenuhi standar kesehatan yang berlaku.*(Edi).

Editor: Heri