Keaktifan Peserta JKN Kepri Tertinggi di Indonesia

Keaktifan peserta JKN Kepri mencapai 82 persen dan UHC 97,35 persen. BPJS Kesehatan sebut ini bukti layanan kesehatan makin merata dan optimal.
Keaktifan peserta JKN Kepri mencapai 82 persen dan UHC 97,35 persen. BPJS Kesehatan sebut ini bukti layanan kesehatan makin merata dan optimal.

BATAMCLICK.COM: Keaktifan peserta JKN Kepri mencatat capaian membanggakan. Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Afif Johan, mengungkapkan bahwa tingkat keaktifan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Kepulauan Riau mencapai rata-rata 82 persen, sekaligus menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Ia menyampaikan hal tersebut saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Tanjungpinang. Menurutnya, capaian ini menunjukkan keberhasilan program JKN dalam menjaga kesinambungan kepesertaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar iuran.

Bukti Nyata Akses Layanan Kesehatan yang Merata

Afif menjelaskan, tingginya keaktifan peserta tidak berdiri sendiri. Capaian ini berjalan beriringan dengan luasnya cakupan kepesertaan JKN di Kepri yang telah mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC) sebesar 97,35 persen.

Artinya, hampir seluruh penduduk Kepri telah terlindungi dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Dari total 2.334.574 jiwa penduduk, sebanyak 2.272.667 jiwa sudah terdaftar sebagai peserta JKN, sementara sisanya 61.907 jiwa masih belum terdaftar.

Menurut Afif, angka ini menjadi indikator kuat bahwa akses layanan kesehatan di Kepri semakin merata dan mudah dijangkau masyarakat.

Komposisi Peserta JKN di Kepri

Lebih lanjut, Afif memaparkan komposisi peserta JKN di Kepri yang berasal dari berbagai segmen. Peserta pekerja penerima upah (PPU) mendominasi dengan jumlah 954.743 jiwa.

Kemudian, peserta penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN mencapai 612.817 jiwa, disusul PBI dari APBD sebanyak 307.756 jiwa. Selain itu, terdapat pekerja bukan penerima upah (PBPU) sebanyak 376.506 jiwa serta bukan pekerja (BP) sebanyak 20.843 jiwa.

Komposisi ini menunjukkan bahwa program JKN menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pekerja formal hingga kelompok rentan.

Inovasi Layanan di Tengah Tantangan Geografis

Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, BPJS Kesehatan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pengembangan aplikasi Mobile JKN yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan secara digital.

Afif mengakui bahwa kondisi geografis Kepri yang terdiri dari pulau-pulau menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, ia optimistis bahwa melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, layanan kesehatan yang berkualitas tetap bisa dirasakan secara merata.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Afif menegaskan bahwa BPJS Kesehatan siap terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk mengoptimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan program JKN di wilayah perbatasan seperti Kepri secara umum berjalan aman dan lancar, meskipun tetap menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Gotong Royong Jadi Semangat Utama

Di akhir, Afif mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan program JKN. Ia menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga membuka berbagai saluran komunikasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan maupun mencari informasi terkait layanan kesehatan.

“Masyarakat bisa memanfaatkan berbagai kanal resmi atau langsung datang ke kantor cabang. Kami siap membantu,” tegas Afif.

Menuju Layanan Kesehatan yang Lebih Inklusif

Dengan capaian keaktifan peserta yang tinggi dan cakupan hampir menyeluruh, Kepri kini semakin dekat menuju sistem layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, tantangan geografis dan pemerataan layanan akan terus dihadapi. Namun, dengan kolaborasi yang kuat serta partisipasi aktif masyarakat, program JKN diyakini mampu menjadi tulang punggung perlindungan kesehatan bagi seluruh warga.