Peserta PBI JK Batam Tembus 345 Ribu, Bukti Perlindungan Kesehatan Kian Merata

Peserta PBI JK Batam mencapai 345 ribu hingga April 2026. BPJS Kesehatan mencatat cakupan JKN hampir menyeluruh, memperkuat akses layanan kesehatan warga.
Peserta PBI JK Batam mencapai 345 ribu hingga April 2026. BPJS Kesehatan mencatat cakupan JKN hampir menyeluruh, memperkuat akses layanan kesehatan warga.

BATAMCLICK.COm: Peserta PBI JK Batam terus menunjukkan peningkatan signifikan. BPJS Kesehatan Cabang Batam mencatat sebanyak 345.192 warga telah terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) hingga April 2026.

Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu daerah dengan akses jaminan kesehatan yang semakin merata. Dengan jumlah peserta yang terus bertambah, masyarakat kini semakin mudah menjangkau layanan kesehatan tanpa terbebani biaya iuran.

Hampir Seluruh Warga Batam Terlindungi JKN

Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Batam, Ilham, menjelaskan bahwa berdasarkan capaian Universal Health Coverage (UHC), jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Batam telah mencapai 1.346.369 jiwa.

Sementara itu, total penduduk Batam tercatat sebanyak 1.365.266 jiwa. Artinya, hampir seluruh masyarakat di kota ini sudah memiliki perlindungan jaminan kesehatan.

“Ini menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan di Batam semakin luas dan merata,” ujarnya.

PBI JK Jadi Pilar Penting Perlindungan Sosial

Ilham menegaskan bahwa segmen PBI JK merupakan kelompok peserta yang iurannya ditanggung oleh pemerintah pusat, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Dengan jumlah mencapai lebih dari 345 ribu jiwa, PBI JK menjadi kelompok terbesar kedua setelah segmen pekerja penerima upah badan usaha (PPU BU) yang mencapai 562.610 jiwa.

Selain itu, komposisi peserta JKN di Batam juga mencakup PBI yang didaftarkan pemerintah daerah sebanyak 96.649 jiwa, pekerja bukan penerima upah (PBPU) sebanyak 258.874 jiwa, pekerja penerima upah penyelenggara negara (PPU PN) sebanyak 76.786 jiwa, serta bukan pekerja (BP) sebanyak 6.258 jiwa.

Peran Negara Hadir untuk Masyarakat Rentan

Tingginya jumlah peserta PBI JK menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi.

Melalui skema ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya layanan kesehatan, karena iuran telah ditanggung pemerintah. Dengan demikian, kesenjangan akses kesehatan dapat ditekan secara signifikan.

Imbauan Jaga Status Kepesertaan Tetap Aktif

Di sisi lain, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memastikan status kepesertaan mereka tetap aktif. Hal ini penting agar layanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan saat dibutuhkan.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan layanan promotif dan preventif, seperti skrining kesehatan yang tersedia melalui aplikasi Mobile JKN.

Dengan memanfaatkan layanan tersebut, masyarakat tidak hanya berobat saat sakit, tetapi juga dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan.

Momentum Tingkatkan Kualitas Layanan

Dengan capaian UHC yang hampir menyeluruh, Batam kini berada pada posisi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Tidak hanya dari sisi akses, peningkatan mutu pelayanan juga menjadi fokus utama ke depan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dan fasilitas layanan kesehatan, masyarakat diharapkan dapat merasakan layanan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas.

Pada akhirnya, capaian ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh warga Batam.