Batamclick.com,
Kepala Badan Pengusahaan Batam yang sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut Batam memiliki posisi penting sebagai ruang pertemuan berbagai daerah dengan akses pasar internasional, sehingga strategis sebagai titik peluncuran produk dan promosi ke pasar global.
Dan, menurut dia, langkah Pemerintah Kota Kupang mendirikan Sei Kupang House di Batam sudah tepat. Dengan model city branding platform yang mengintegrasikan kuliner, budaya, dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam satu ekosistem, tentu menjadi strategi tersendiri untuk mengakses pasar global.
“Batam adalah ruang pertemuan. Ketika daerah seperti Kupang hadir di sini, maka aksesnya bukan lagi lokal, tetapi regional dan global,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Sabtu.
Ia menjelaskan, posisi Batam yang berada dalam koridor SIJORI (Singapura-Johor-Batam) menjadikan daerah itu sebagai pintu masuk strategis bagi pengembangan pasar, penguatan branding, serta akses ke investor dan wisatawan mancanegara.
Wali Kota Kupang Christian Widodo mengatakan peluncuran itu merupakan langkah strategis untuk membawa produk dan identitas daerah ke pasar yang lebih luas.
“Kami tidak lagi menjual cerita tentang Kupang. Kami menghadirkan Kupang sebagai pengalaman nyata yang bisa diakses pasar,” ujar dia.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menambahkan bahwa strategi penguatan identitas daerah saat ini tidak cukup hanya dikenal, tetapi harus mampu memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat.
“City branding hari ini bukan tentang dikenal, tetapi tentang diingat dan dirasakan. Pengalaman adalah strategi paling kuat membangun identitas kota,” katanya.
Peluncuran tersebut turut dihadiri berbagai pihak, termasuk perwakilan internasional, pelaku industri, serta jaringan bisnis regional.
Hal itu menunjukkan bahwa langkah yang dilakukan tidak hanya sebatas promosi daerah, tetapi juga bagian dari penguatan kerja sama ekonomi lintas wilayah.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Gubernur NTT Melki Lakalena menyatakan inisiatif tersebut menjadi langkah baru dalam mendorong ekonomi kreatif daerah.
“Ini model baru, kita tidak lagi menunggu pasar datang, tetapi kita yang masuk ke pasar,” ujar dia.
Dari tingkat nasional, Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, menilai langkah tersebut sebagai contoh peran aktif daerah dalam ekosistem ekonomi kreatif yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Sei Kupang House dirancang sebagai pusat pengalaman sekaligus etalase produk UMKM, yang juga diharapkan menjadi destinasi wisata kuliner berbasis budaya.
Melalui langkah itu, Batam kembali menegaskan perannya sebagai hub strategis, sementara Kupang mulai memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisinya dalam interaksi ekonomi nasional hingga global.
Sumber, Antara








