BATAMCLICK.COM, Taipei: Di tengah melonjaknya permintaan akan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI), satu pertanyaan besar kini mengemuka: bagaimana mengimbangi pertumbuhan AI dengan konsumsi energi yang ramah lingkungan? Neuchips, perusahaan semikonduktor asal Taiwan, tampil menjawab tantangan ini dalam pameran teknologi COMPUTEX 2025 yang berlangsung di Taipei.
Mengusung visi AI hemat energi sebagai standar baru, Neuchips memperkenalkan sejumlah solusi cerdas yang bukan hanya tangguh dari sisi performa, tapi juga hemat daya. Di stan pamerannya di Taipei Nangang Exhibition Center Hall 1, Neuchips menampilkan produk-produk unggulan yang dapat menjalankan model AI besar dengan konsumsi daya yang luar biasa efisien.
Menurut laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA), kebutuhan listrik global untuk pusat data diprediksi akan melonjak menjadi 945 terawatt-jam pada 2030 — mendekati total konsumsi listrik negara maju seperti Jepang. Bahkan, pusat data yang digunakan untuk AI diperkirakan membutuhkan listrik hingga empat kali lipat lebih banyak. Dalam konteks inilah, efisiensi energi menjadi isu strategis, bukan sekadar teknis.
“Solusi AI hemat energi bukan lagi pilihan — ini adalah standar,” tegas Ken Lau, CEO Neuchips. Ia menjelaskan bahwa kartu akselerator AI seri Viper yang dikembangkan perusahaannya mampu menjalankan model sebesar 14 miliar parameter dengan konsumsi daya hanya 45 watt — setara dengan sebuah lampu standar di rumah.
Di COMPUTEX 2025, Neuchips juga memamerkan berbagai kolaborasi strategis. Bersama National Center for High-performance Computing (NCHC) Taiwan, Neuchips mengembangkan solusi hemat energi untuk layanan cloud yang tetap menjaga privasi dan keamanan data. Kolaborasi ini menghadirkan arsitektur hibrida yang menekan biaya komputasi awan dan mendukung pemrosesan lokal untuk data sensitif.
Kolaborasi lainnya datang dari kemitraan dengan MAPLE LEAF INFORMATION AND TECHNOLOGY dan Vecow. Bersama, mereka menciptakan sistem komputasi ringkas yang dapat menjalankan aplikasi AI generatif tanpa memerlukan daya tambahan, memungkinkan penggunaan di lingkungan terbatas daya seperti kendaraan, edge devices, dan industri manufaktur.
Tak kalah menarik, Neuchips juga mendemonstrasikan kerja sama dengan sistem ShareGuru SQLPilot dari GSH, yang memanfaatkan teknologi multiagen cerdas. Teknologi ini mengonversi pertanyaan pengguna menjadi data kompleks menggunakan pendekatan NL2SQL dan Table-Augmented Generation (TAG), menghasilkan solusi analisis pertemuan AI yang akurat dan efisien.
Sementara itu, melalui integrasi dengan platform my LLM myPDA, Neuchips menawarkan solusi GenAI berbasis cloud-edge untuk menjalankan Large Language Model (LLM) secara otonom. Platform ini memberikan fleksibilitas dan kinerja tinggi untuk berbagai aplikasi AI, baik secara daring maupun luring.
Didukung kompatibilitas tinggi terhadap CPU Intel® dan AMD, serta sistem operasi Ubuntu dan Windows, produk Neuchips seperti chip N3000 dan akselerator Viper PCIe membuka jalan bagi banyak sektor industri untuk mengadopsi AI secara berkelanjutan.
Di COMPUTEX 2025, Neuchips tidak sekadar menampilkan produk, tetapi mengedepankan visi: masa depan AI harus secerdas model yang dijalankan dan sehemat energi yang digunakan. Dunia boleh semakin pintar, tapi harus tetap berkelanjutan.
Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka








