Melindungi 23 Ribu Nyawa, Perang Polda Kepri Melawan Narkoba

BATAMCLICK.COM: Rabu (28/5/2025) pagi itu, udara di Mapolda Kepulauan Riau terasa sedikit berbeda. Di halaman Direktorat Reserse Narkoba, para petugas berseragam tampak bersiap, membawa kantong-kantong berisi serbuk kristal dan tanaman kering. Barang-barang itu bukanlah milik biasa—mereka adalah hasil kejahatan yang telah menyelinap jauh ke dalam jantung masyarakat: narkoba.

Dalam sebuah prosesi yang khidmat, sebanyak 4,6 kilogram narkotika dimusnahkan. Barang bukti ini merupakan hasil penindakan selama April hingga Mei 2025 di wilayah hukum Polda Kepri. Bukan hanya sekadar pemusnahan fisik, tapi simbol nyata dari perjuangan panjang melawan perusak generasi.

“Dari 12 laporan polisi, kami berhasil menangkap 13 orang tersangka,” ujar Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Direktur Resnarkoba Polda Kepri, membuka pernyataannya.

Anggoro menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari:

  • 3.494,15 gram sabu
  • 901,43 gram heroin
  • 191 gram ganja

Dengan total keseluruhan 4.586,58 gram narkotika, angka itu mungkin terlihat seperti statistik dingin di atas kertas. Namun, di baliknya, tersimpan makna besar.

“Dari jumlah itu, kami berhasil mencegah potensi kerusakan terhadap 23.564 jiwa. Itu bukan sekadar angka, itu adalah nyawa,” tegasnya.

Proses yang Transparan, Pesan yang Tegas

Pemusnahan dilakukan terbuka, disaksikan oleh perwakilan kejaksaan, BNN, pengacara para tersangka, hingga media. Sabu dan heroin dilarutkan dalam air panas lalu dibuang ke septic tank, sementara ganja dibakar habis dalam tong logam. Asapnya mengepul ke langit, seolah mengirim pesan: tidak ada ruang bagi narkoba di tanah Melayu ini.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menegaskan bahwa proses pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen keterbukaan Polda Kepri dalam penanganan kasus narkotika.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa penindakan yang kami lakukan bukan hanya sampai di pengungkapan, tapi juga sampai ke pemusnahan. Ini bentuk akuntabilitas kami,” kata Pandra.

Perang yang Tidak Pernah Usai

Di balik pencapaian ini, ada kerja panjang dan melelahkan. Operasi dilakukan siang dan malam. Petugas menyusup, menyamar, menunggu waktu yang tepat untuk menyergap para pengedar yang kerap menjadikan Kepri sebagai jalur masuk narkoba ke Indonesia.

Namun lebih dari itu, perjuangan ini adalah tentang melindungi rumah-rumah dari kehancuran, anak-anak dari kehampaan masa depan, dan para ibu dari kehilangan harapan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting dalam perang ini,” tutup Pandra.

Karena Setiap Gram Itu Bernyawa

Angka 4.586 gram bukan hanya berat fisik. Itu adalah beban yang seandainya lolos, bisa menghancurkan ratusan keluarga. Maka ketika serbuk putih itu mencair dalam air panas, dan ganja terbakar hingga menjadi abu, yang tersisa bukan hanya kelegaan—melainkan semangat untuk terus melawan.

Di Kepri, perang belum usai. Tapi hari itu, setidaknya, 23 ribu nyawa telah terselamatkan.***