Kementerian ESDM-Pertamina luncurkan PLTS 1 MW di Pulau Sembur Kepri

Batamclick.com,
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sembur, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama 24 jam.

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris mengatakan pembangunan PLTS tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah lain yang belum memiliki akses listrik.

“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini bisa memberikan manfaat dan manfaat itu dijaga. Ini merupakan peran seluruh stakeholder termasuk masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga fasilitas PLTS ini,” ujar Harris, di Batam, Selasa.

Pulau Sembur di Batam merupakan salah satu lokasi pertama untuk peluncuran program PLTS 100 gigawatt-peak (GWp) secara nasional, yang akan rampung dalam waktu tiga tahun.

Ia mengatakan, pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan perlu terus direplikasi, mengingat masih terdapat sekitar 10 ribu lokasi di Indonesia yang belum memiliki pembangkit listrik.

Menurutnya, keberlanjutan pengelolaan menjadi bagian penting setelah pembangunan pembangkit selesai.

Koperasi Kelurahan Galang Baru, yang nantinya terlibat dalam pengelolaan PLTS diharapkan dapat menjaga dan mengoperasikan fasilitas tersebut dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan PLTS di Pulau Sembur memanfaatkan energi matahari yang ditangkap selama sekitar tiga hingga empat jam untuk kemudian disimpan dalam baterai dan digunakan pada malam hari.

“PLTS yang ada di sini dengan kapasitas 1 megawatt/MW, tadi dengan baterai 1 megawatt hours/MWh itu sudah sangat-sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan 24 jam per hari dari masyarakat Sembur, dan sebenarnya masih banyak kelebihan listrik yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lain,” katanya lagi.

Oki mengatakan, sebelumnya masyarakat Pulau Sembur belum menikmati listrik selama 24 jam. Listrik hanya tersedia sekitar empat hingga lima jam melalui generator diesel milik warga.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih untuk memenuhi kebutuhan listrik.

“Jadi warga masyarakat di sini biasanya spending sekitar 500 ribu rupiah per bulan untuk genset. Sekarang dengan adanya PLTS insya Allah spendingnya lebih murah, hanya 200 ribu rupiah per bulan,” katanya pula.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni mengatakan elektrifikasi merupakan salah satu indikator keberhasilan di daerah.

“Alhamdulillah kita di Kepri sudah menuju 98 persen elektrifikasi, namun tentunya PR kita harus mencapai 100 persen,” kata dia lagi.

Menurut Misni, pemenuhan kebutuhan listrik tersebut diharapkan memberikan dampak berganda terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta pengembangan sektor perikanan di Pulau Sembur.

Sumber, Antara