Menteri Bahlil: Program PLTS 100 GWp akan sasar desa tanpa listrik

Batamclick.com,
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) akan menyasar desa-desa tanpa listrik.

“Daerah-daerah, desa-desa yang selama ini belum ada listrik, kami akan penetrasi dengan program 100 GW,” ucap Bahlil dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa.

Dengan demikian, lanjut dia, seluruh desa akan mendapatkan akses listrik, sebagaimana yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menyampaikan, Presiden Prabowo memerintahkan dirinya untuk menghadirkan listrik 1 megawatt (MW) per desa.

Dalam menjalankan perintah tersebut, Bahlil menyampaikan Pertamina telah memberikan dukungan untuk salah satu desa di wilayah Sumatera.

“Dulunya desa itu tidak ada listrik sama sekali, sekarang sudah dilakukan 1 MW,” ucap Bahlil.

Dampak kehadiran listrik di desa tersebut, tutur dia melanjutkan, adalah warga desa mampu menyimpan hasil perikanan mereka.

“Mereka sudah bisa bikin storage. Perikanan mereka sudah jalan. Masyarakat mereka juga akan mendapatkan listrik,” kata Bahlil.

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program strategis PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Peresmian tatap muka (offline) di Gilimanuk, Bali, terhubung secara daring (online) dengan tiga lokasi lainnya, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur (Wonogiri, Jawa Tengah), PLTS Desa Sembur (Batam, Kepulauan Riau), dan PLTS Pulau Rengit (Bangka Belitung).

PLTS dan BESS Monumen Operasi Gilimanuk merupakan bagian dari Program Fat Burning Bali, menggantikan pembangkit BBM dengan energi surya.

Kapasitas PLTS di Bali sebesar 300 MWp, kapasitas BESS sebesar 1.000 MWh, dengan kebutuhan lahan seluas kurang lebih 321 hektare.

Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada 2028.

Sumber, Antara