
BATAMCLICK.COM: Provinsi Kepri bakal menerima dana labuh jangkar yang nilainya hingga Rp200 miliar. Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengaku pernah dua kali bertemu Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Hasilnya, dalam waktu dekat sumber baru pendapatan asli daerah segera didapatkan, yakni dari labuh jangkar.
“Mudah-mudahan 3 atau 4 hari lagi saya akan menerima nanti labuh jangkar. Ke depan kita bisa berdayakan BUP kita semaksimal mungkin dan insya Allah mudah-mudahan tambahan Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar PAD di tahun ini dapat kita terima,” ujar Ansar dalam silaturahmi di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (26/2/2021) malam.
Ansar menyebutkan bahwa Kepri memiliki berbagai potensi ekonomi yang luar biasa. Pihaknya terus berkoordinasi dengan daerah-daerah maupun pemerintah pusat untuk menggali potensi yang ada demi Kepri yang lebih maju.
Ia mengajak semua pihak bersama-sama saling bergandengan tangan membicarakan berbagai hal bersama. Sehingga program-program strategis yang telah disusun sebelumnya dan ke depan dapat diwujudkan bersama.
“APBD yang sudah kita susun insyaAllah tidak mengalami defisit dalam jumlah yang berarti. Lalu Kepri juga menyimpan cadangan gas alam cair di Natuna dalam jumlah yang sangat besar,” katanya.
Khusus kepada walikota/wakil walikota, bupati/wakil bupati, Ansar berharap dapat terus meningkat sinergitas antar daerah dan juga dengan Pemerintah Provinsi Kepri dalam pengendalian Covid-19 serta mempercepat recovery ekonomi.
“Oleh karena itu saya bersama Ibu Marlin senantiasa menunggu dan menjemput ide-ide segar dari teman-teman para bupati/walikota sehingga ke depan pembangunan di daerah ini lebih cepat lagi,” harapnya.
Baca juga: Labuh Jangkar Kepri akan Dikelola BUMD
Ansar menyampaikan, di tengah merebaknya pandemi perlu pengambilan kebijakan yang terukur. Seperti penghematan anggaran dari kegiatan yang tidak perlu demi pembangunan Kepri. Selain itu, peningkatan program padat karya.
“Kami ingin masyarakat bisa memperkuat daya belinya sehingga mereka mampu eksis meskipun di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.(may)









