Didik Nini Thowok dan Seniman Serumpun Meriahkan Kenduri Seni Melayu 2026 di Batam

Didi Nini Towok
Didi Nini TowokDidi Nini Towok

BATAMCLICK.COM: Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 kembali hadir sebagai salah satu perayaan budaya terbesar di Kepulauan Riau. Event yang akan digelar pada 2–5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, ini menghadirkan sederet seniman ternama dari Indonesia dan negara-negara serumpun.

Memasuki penyelenggaraan ke-27, KSM mengusung tema “Menyemai Benih Budaya, Memetik Ranggi Peradaban”. Beragam pertunjukan seni, permainan rakyat, bazar UMKM, pameran ekonomi kreatif, hingga kuliner khas Melayu akan memeriahkan acara selama empat hari.

Salah satu penampil yang paling dinantikan adalah maestro seni pertunjukan Indonesia, Didik Nini Thowok. Selain itu, panggung KSM 2026 juga akan diramaikan seniman Malaysia Roslan Madun, Kris Karmila dari Brunei Darussalam, seniman asal Thailand, serta puluhan sanggar dan komunitas seni dari berbagai daerah.

Tak hanya itu, Yayasan Pelatihan Tari (YPT) Laksemana Pekanbaru juga dipastikan tampil. Sanggar yang telah berdiri sejak 1984 tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan seni tari Melayu paling berpengaruh di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Seniman Pemangku Negeri (SPN) Iwan Irawan Permadi, Laksemana konsisten melahirkan karya-karya tari yang tampil di berbagai festival nasional maupun internasional.

Dari Malaysia, Ritma Bayu Dancer asal Sabah turut ambil bagian. Meski baru berdiri pada 2022, kelompok seni ini berkembang pesat dan kini memiliki lebih dari 40 penari serta tenaga kreatif. Mereka dikenal piawai membawakan tari Melayu, tari etnik Sabah dan Sarawak, hingga pertunjukan kontemporer yang memadukan unsur tradisi dan modernitas.

Ritma Bayu Dancer
Ritma Bayu Dancer

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan Kenduri Seni Melayu bukan sekadar hiburan, melainkan ruang bersama untuk merawat dan memperkuat identitas budaya Melayu.

“Kami ingin menjadikan Batam sebagai etalase budaya Melayu yang terbuka bagi dunia. Karena itu, KSM tidak hanya menampilkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga mempertemukan budaya serumpun dalam semangat persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menegaskan bahwa KSM telah berkembang menjadi panggung budaya regional yang mempertemukan seniman, budayawan, dan masyarakat dari berbagai daerah serta negara.

Menurutnya, kehadiran Didik Nini Thowok, YPT Laksemana Pekanbaru, Ritma Bayu Dancer Malaysia, dan sejumlah seniman mancanegara lainnya menjadi bukti bahwa Kenduri Seni Melayu kini bukan hanya milik Batam, tetapi telah menjadi milik masyarakat Melayu serumpun.

Sanggar Tari Laksemana Riau
Sanggar Tari Laksemana Riau

KSM 2026 juga memiliki nilai strategis karena masuk dalam 110 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI. Status tersebut semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pengembangan budaya Melayu sekaligus destinasi wisata budaya di kawasan regional.

Melalui kolaborasi lintas daerah dan lintas negara, Kenduri Seni Melayu 2026 diharapkan kembali menjadi ajang silaturahmi budaya yang mempererat persaudaraan serumpun sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.