Batamclick.com,
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyebutkan sebanyak 82 dari 120 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diusulkan, telah memasuki tahap survei topografi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Survei topografi merupakan syarat mutlak dalam program KNMP untuk menyusun Detail Engineering Design (DED),” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Selasa.
Ansar memerinci 82 titik lokasi yang sedang menjalani survei topografi tersebar di kabupaten/kota se-Kepri, yakni sebanyak 17 titik di Kabupaten Natuna, lalu 18 titik di Kabupaten Lingga, 10 titik di Kabupaten Bintan, 20 titik di Kabupaten Kepulauan Anambas, 9 titik di Kabupaten Karimun, 4 titik di Kota Tanjungpinang, dan 4 titik di Kota Batam.
Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota setempat segera menuntaskan berbagai persyaratan administrasi dan kelengkapan data yang diperlukan guna mendukung pelaksanaan survei topografi.
“Saya berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menggesa percepatan pembangunan KNMP di Kepri,” ujarnya.
Ansar juga memastikan setelah penyelesaian survei topografi pada 82 titik lokasi itu rampung, Pemprov Kepri akan mengajak seluruh bupati dan wali kota bertemu langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan guna membahas percepatan realisasi pembangunan program Asta Cita tersebut.
Ia menyampaikan program Kampung Nelayan Merah Putih sangat penting bagi daerah pesisir dan kepulauan seperti Kepri, yang memiliki luas lautan 98 persen dan hanya dua persen daratan.
Melalui program yang digagas KKP tersebut, lanjut dia, kawasan pesisir dan kepulauan akan ditata secara lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.
“Dengan penataan yang baik, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat dan pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin kuat. Program ini sangat relevan dengan Kepri yang memiliki banyak kawasan pesisir,” ucap Ansar.
Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kepri Luki Zaiman Prawira menjelaskan Pemprov Kepri melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri mengusulkan tambahan 18 titik lokasi prioritas untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Sedangkan hingga saat ini, kata dia, sudah terdapat tiga Kampung Nelayan Merah Putih yang telah selesai dibangun di Kota Batam.
“Sementara satu lokasi lainnya di Kabupaten Natuna masih dalam proses pembangunan dan diperkirakan selesai pada Juli 2026,” ujar Luki.
Ia turut menambahkan program KNMP menghadirkan kawasan pesisir terpadu, dengan mendapatkan kucuran Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp20 miliar per kampung nelayan.
Pemerintah juga akan membangun berbagai fasilitas penunjang KNMP, mencakup sarana produksi perikanan seperti dermaga, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), pabrik es, dan cold storage.
Kemudian, infrastruktur lingkungan meliputi drainase dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta fasilitas pendukung ekonomi terdiri dari sentra kuliner, balai pelatihan, dan kios logistik.
Sumber, Antara









