Sri Wangsa Batik House Ajak Wisatawan Rasakan Serunya Membatik di Johor

BATAMCLICK – MERSING – Sri Wangsa Batik House, satu-satunya rumah batik di Johor, menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan saat berada di Mersing, Malaysia. Tempat ini tidak hanya menjual batik khas Johor, tetapi juga mengajak pengunjung merasakan langsung proses membatik yang selama ini hanya mereka lihat dari balik etalase.

Di tengah suasana tenang Kampung Bahagia, deretan kain batik berwarna-warni menyambut setiap tamu yang datang. Aroma pewarna kain bercampur dengan aktivitas para perajin yang sibuk menyelesaikan karya mereka.

Suasananya hangat, akrab, dan jauh dari kesan pabrik atau tempat produksi biasa.

Belajar Membatik Langsung dari Perajinnya

Kesan ramah langsung terasa sejak memasuki area rumah batik tersebut. Nadia, pemilik sekaligus pengelola Sri Wangsa Batik House, menyambut setiap pengunjung dengan senyum hangat.

Jumat (19/6/2026), rombongan Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri berkesempatan mengunjungi lokasi itu. Nadia bersama suaminya mengajak para tamu berkeliling sekaligus mengenal lebih dekat proses pembuatan batik khas Johor.

Di atas meja, berbagai warna cat telah tersedia. Beberapa lembar kain dengan pola batik siap menunggu sentuhan para pengunjung. Tanpa perlu memiliki kemampuan melukis, setiap orang dapat langsung mencoba memberi warna pada motif yang telah disiapkan.

Dengan sabar, Nadia menjelaskan teknik demi teknik yang digunakan dalam proses pewarnaan.

“Agar hasilnya lebih menarik, ada beberapa teknik pewarnaan yang digunakan. Salah satunya membuat gradasi warna agar terlihat lebih muda, sedang, atau lebih tua,” ujarnya sambil memberikan contoh.

Tak hanya menjelaskan teori, Nadia juga memperagakan langsung cara mengaplikasikan warna pada kain. Satu per satu peserta mengikuti instruksinya sambil menikmati pengalaman yang jarang mereka temukan di tempat lain.

Menyaksikan Batik Lahir dari Tangan-Tangan Terampil

Setelah mencoba mewarnai, pengunjung diajak melihat proses berikutnya. Nadia menunjukkan tahapan pengeringan kain hingga proses penguncian warna agar hasil batik tetap awet.

Di sudut lain, beberapa perajin tampak fokus mengerjakan pesanan. Tangan mereka bergerak hati-hati mengikuti pola yang telah dirancang sebelumnya.

Saat ini, enam perajin aktif bekerja di Sri Wangsa Batik House. Mereka menghasilkan berbagai kain batik khas Johor yang banyak mengangkat kekayaan alam setempat.

Motif bunga, dedaunan, hingga aneka buah-buahan keindahan laut menjadi ciri khas yang membedakan batik Johor dengan daerah lain di Malaysia.

Menurut Nadia, kesabaran menjadi modal utama dalam pekerjaan tersebut.
“Kami tidak melihat kepandaian terlebih dahulu. Yang kami cari adalah kesabaran, karena membatik memang membutuhkan kesabaran,” katanya.

Dari Studio Kecil Menjadi Ikon Wisata Mersing

Sri Wangsa Batik House telah berdiri selama 15 tahun. Awalnya usaha ini beroperasi di pusat Kota Mersing dalam bentuk studio kecil. Namun, tiga tahun lalu Nadia memutuskan memindahkan seluruh aktivitasnya ke Kampung Bahagia, kampung halamannya sendiri.

Keputusan itu ternyata membawa perubahan besar. Jumlah pengunjung terus meningkat. Wisatawan lokal, pelajar, kelompok studi, hingga turis mancanegara rutin datang untuk belajar membatik.

Kini, Sri Wangsa dikenal sebagai satu-satunya rumah batik di Johor. Namanya pun hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan wisata budaya di Mersing.

Tak Ada yang Terbuang

Menariknya, Sri Wangsa juga menerapkan konsep pemanfaatan ulang sisa bahan produksi.

Potongan kain maupun hasil karya pengunjung tidak langsung dibuang. Semua dimanfaatkan kembali melalui kerja sama dengan para pengrajin kerajinan tangan.

“Di sini tidak ada yang terbuang. Sisa kain bisa diolah menjadi berbagai produk kerajinan seperti dompet dan aksesori lainnya,” ujar Nadia.

Konsep tersebut membuat setiap lembar kain memiliki nilai tambah sekaligus mengurangi limbah produksi.
Bersiap Menampung Lebih Banyak Wisatawan

Tingginya jumlah kunjungan membuat kapasitas lokasi mulai terasa terbatas. Karena itu, pengelola mulai menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas.

Salah satunya dengan membeli sebidang tanah yang berada tepat di samping rumah batik.

“Tanah di sebelah ini baru kami beli. Rencananya akan dijadikan area parkir,” ungkap Nadia.

Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang dalam rombongan besar.

Di tengah derasnya modernisasi, Sri Wangsa Batik House membuktikan bahwa tradisi tetap mampu menarik perhatian generasi masa kini. Dari Kampung Bahagia, Mersing, warna-warni batik Johor terus hidup, berkembang, dan menjadi jembatan yang memperkenalkan budaya lokal kepada dunia.(bos)